Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Kamis, 31 Mei 2018 - 17:11:45 WIB
Bagikan Berita ini :

Polri Selidiki Penggerudukan Massa PDIP di Kantor Radar Bogor

99screenshot-video.jpeg.jpeg
Ilustrasi (Sumber foto : Ist)

BOGOR (TEROPONGSENAYAN) --Polisi akan menyelidiki penggerudukan kantor redaksi surat kabar Radar Bogor.

Penggerudukan itu dilakukan massa dari kader PDI-P karena protes atas pemberitaan soal gaji fantastis sang Ketum, Megawati Soekarnoputri diBadan Pengarah Ideologi Pancasila (BPIP).

"Kita akan selidiki," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal ketika diminta konfirmasi wartawan, Kamis (31/5/2018).

Iqbal mengatakan polisi akan memanggil semua pihak terkait, yaitu massa yang menggeruduk maupun pihak Radar Bogor. "Dengan memanggil semua pihak terkait," sambung dia.

Polisi juga memastikan, akan memproses hukum jika dalam peristiwa tersebut ditemukan unsur pelanggaran hukum.

"Kalau ada pelanggaran hukum maka akan diproses hukum," tegas Iqbal.

Sebelumnya, PDIP sudah memberikan konfirmasi mengenai aksi yang dilakukan sejumlah kadernya.

Menurut Ketua DPC PDIP Kota Bogor Dadang Danubrata, aksi itu merupakan bentuk spontan.

Dia juga membantah ada aksi anarkis yang dilakukan para kader PDIP. Dadang memastikan, aksi itu bukan instruksi resmi dari DPC.

Massa mendatangi kantor berita harian Radar Bogor di Jalan Raya Yasmin, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Mereka datang karena tak terima atas pemberitaan terkait Megawati di Radar Bogor yang terbit pada Rabu (30/5/2018) dengan judul "Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp 112 Juta".

"Ini sebenarnya lebih kepada respon pemberitaan, mereka ratusan orang datang sekitar 15.30 WIB," kata Tegar Bagdja, Pimpinan Redaksi Radar Bogor kepada wartawan, kemarin.

Massa yang beberapa di antaranya menggunakan seragam hitam merah bertuliskan PDIP dan berlogo banteng tersebut, kata Tegar, meminta penjelasan dan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebutkan gaji Megawati yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pengarah Ideologi Pancasila (BPIP) mencapai Rp 112 juta. (Alf)

tag: #pdip  #polri  #persekusi  #dewan-pers  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...