Bisnis
Oleh Sahlan Ake pada hari Kamis, 16 Apr 2015 - 14:34:42 WIB
Bagikan Berita ini :
Dianggap Tak Peduli Hukuman Mati TKI

Menteri Yohana Yembise Disemprot Komisi VIII

15Komisi VIII.jpeg
Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kamis (16/4/2015). (Sumber foto : Sahlan Ake/teropongsenayan.com)
Teropong Juga:

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Tidak menyoroti soal hukuman mati Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise di semprot Ketua Komisi VIII DPR Soleh Daulay.

Hal ini diutarakan dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi VIII DPR dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di ruang rapat Komisi VIII DPR, Kamis (16/4/2015).

"Saya tidak melihat pergerakan Menteri pemberdaya perempuan dan perlindungan anak dalam masalah hukuman mati WNI Indonesia malah saya melihat Menlu dan Menteri Tenaga Kerja saya yang banyak bicara," ucap Soleh.

Soleh mempertayakan tangung jawab Menteri Yohana dalam masa jabatan lima tahun jika tidak memperhatinkan masalah hukuman mati WNI.

"Keberadaan ibu tidak ada manfaatnya untuk bangsa dan negara jika masalah seperti ini tidak disoroti oleh ibu Menteri," katanya.

Menteri Yohana membela diri atas ucapan Ketua Komisi VIII yang dinilai tidak menyoroti hukuman mati ini.

"Saya sudah bergerak pak, soal WNI ini," ungkapnya. (al)

tag: #Hukuman mati TKI  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Gelar JMRC, BSMR Ingatkan Industri Jasa Keuangan Nasional Hadapi Ketidakpastian Kompleks

Oleh Robby Akbar
pada hari Senin, 10 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Dinamika lanskap perekonian global dan nasional 2026 ini, sektor jasa keuangan menghadapi ketidakpastian yang kompleks. Mulai eskalasi geopolitik, akselerasi transformasi ...
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...