Berita
Oleh Bara Ilyasa pada hari Senin, 24 Sep 2018 - 15:26:45 WIB
Bagikan Berita ini :

Dua Hari Lagi, Keluarga Gus Dur Tentukan Dukungan pada Pilpres 2019

9Yenny-Diskusi-LSI.jpg
Acara rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) tentang 'Persepsi Publik tentang Demokrasi, Korupsi, dan Intoleransi di Indonesia di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Senin (24/9/2018) (Sumber foto : Bara Ilyasa/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau karib disapa Gus Dur, Yenny Wahid menegaskan, hingga kini pihaknya belum menentukan dukungan politik pada Pilpres 2019. Ia meminta waktu dua hari kedepan atau tepatnya Rabu (26/9/2018) untuk memutuskan hal itu.

"Kami akan menentukan sikap di Pergerakan Rumah Gus Dur Kalibata," tegas Yenny Wahid usai menjadi pembicara pada acara rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) tentang 'Persepsi Publik tentang Demokrasi, Korupsi, dan Intoleransi di Indonesia di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Senin (24/9/2018).

Yenny berharap, kedua calon presiden yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk menyelesaikan persoalan bangsa soal intoleransi dan korupsi.

"Kedua pasangan capres kita minta agar berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan kebangsaan seperti intoleransi, korupsi dan Pancasila," kata Yenny.(yn)

tag: #gus-dur  #pilpres-2019  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 12 Okt 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi program penyederhanaan (streamlining) entitas anak usaha di lingkungan TelkomGroup. ...
Berita

Doli Kurnia Siap Ungkap Fakta di Balik Polemik Pasal Cawapres 2024

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, mengaku memiliki dokumen dan rekaman video terkait polemik dugaan penyelundupan Pasal 18 ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan ...