Bisnis
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Jumat, 08 Mei 2015 - 11:55:19 WIB
Bagikan Berita ini :

Diduga Rugikan Negara Rp 5,2 Miliar, DPR Akan Bentuk Panja Tender LPG

49tscom-bowosidikpangarso1-8515.jpg
Anggota Komisi VII DPR RI Bowo Sidik Pangarso (Sumber foto : Sahlan Ake/teropongsenayan.com)
Teropong Juga:

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Komisi VII DPR RI mencium bau tak sedap pengadaan atau tender liquefied petroleum gas (LPG) oleh Integrated Suply Chain (ISC)-Pertamina. Diduga merugikan negara, komisi ini bermaksud membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk menyelidikinya.

"Komisi VII akan buat Panja. Kita akan melihat bahwa ini berkaitan dengan pasal-pasal yang merugikan (negara-red)," ujar Bowo Sidik Pangarso kepada TeropongSenayan di Jakarta, Jumat (8/5/2015). Anggota Komisi VII dari Fraksi Partai Golkar ini menyebut uang negara harus diselamatkan.

Bowo mengingatkan bahwa tender LPG sudah ada aturannya. Sehingga seharus mengacu pada aturan tersebut. Dia menengarai praktek yang merugikan negara ini melibatkan berbagai pihak. Atas dasar inilah yang menjadi dasar Komisi VII minta penjelasan kepada pemerintah dan Pertamina.

"Ini sangat memalukan (kerugian negara-red) sampai miliaran rupiah begitu," imbuh dia.

Seperti diketahui pada 23 Februari 2015, unit usaha ISC-PT Pertamina yang dipimpin Daniel Purba melaksanakan tender pengadaan LPG. Tender pengadaan Butane dan Propane untuk loading bulan April 2015 dengan pola pembelian secara spot total 44.000 MT.

ISC-Pertamina menunjuk Total sebagai pemenang tender. Hanya saja perusahaan ini mengajukkan harga pembelian (pricing) untuk bulan Maret. Padahal seharusnya pricing untuk bulan April 2015. Akibatnya, ISC diduga telah merugikan negara sebesar US$ 400.000 atau sekitar Rp 5,2 miliar. (al/ris)

tag: #Kecurangan Tender LPG  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Gelar JMRC, BSMR Ingatkan Industri Jasa Keuangan Nasional Hadapi Ketidakpastian Kompleks

Oleh Robby Akbar
pada hari Senin, 10 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Dinamika lanskap perekonian global dan nasional 2026 ini, sektor jasa keuangan menghadapi ketidakpastian yang kompleks. Mulai eskalasi geopolitik, akselerasi transformasi ...
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...