Bisnis
Oleh Ahmad Syaikh pada hari Sabtu, 25 Mei 2019 - 12:00:00 WIB
Bagikan Berita ini :
Dibuka Lagi

Pengunjung Padati Pasar Tanah Abang Sejak Pukul 05.00 Pagi

tscom_news_photo_1558760400.jpg
Pasar Tanah Abang (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Aktivitas jual beli di Pusat Grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat mulai terlihat Sabtu (25/5/2019) ini. Bahkan, pedagang dan pembeli sudah memulai berdatangan sejak pukul 05.00 WIB.

"Hari ini sudah kondusif, tidak ada kekhawatiran," kata Manager General Affair (GA) pusat grosir Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat, Arif Budi seperti dikutip Antara.

Sebelumnya, Pusat Grosir Tanah Abang sempat ditutup selama dua hari terjadi kericuhan pada 22 dan 23 Mei, namun kemarin pertokoan hanya berani buka sampai setengah hari.

"Kita berharap aktivitas jual beli di Tanah Abang back to normal (kembali normal)," kata Arif.

Seperti dinyatakan Arif, ketika tutup dua hari akibat kericuhan 22 Mei 2019, PGMTA dan Jembatan Metro mengalami kerugian sangat besar.

“Di Metro saja karena kami grosir satu toko kalau buka bisa dapat pemasukan Rp100 juta hingga Rp200 juta dalam sehari, apa lagi satu Pasar Tanah Abang?,” tegasnya.

Maklum, toko yang ada di Metro Tanah Abang jumlahnya mencapai 4.000 toko, belum lagi toko yang ada di Blok A dan Blok B pusat grosir di lokasi tersebut.

Saat ini berbagai akses menuju Tanah Abang telah beroperasi normal seperti angkutan umum (angkot), taksi, bajaj, TransJakarta, dan kereta rel listrik (KRL).

tag: #kerusuhan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...