Bisnis
Oleh Aries Kelana pada hari Jumat, 21 Feb 2020 - 21:24:39 WIB
Bagikan Berita ini :

Indonesia Tergolong Negara Maju Versi Amerika, Apa Dampaknya?

tscom_news_photo_1582295079.jpg
Akitivitas di Pelabuhan Tanjung Priok (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Indonesia tidak lagi dianggap sebagai negara berkembang. Pemerintah Amerika Serikat (AS), melalui Perwakilan Perdagangan AS (USTR) memasukkan negara Indonesia menjadi salah satu negara maju.


Selain Indonesia, Brazil, India, Afrika Selatan, dan Cina, pun dimasukkan dari kelompok negara maju.

Dengan demikian, perlakuan khusus yang disediakan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) berupa Special Differential Treatment (SDT) tidak lagi berlaku bagi Indonesia.

Sebutan negara maju mungkin membanggakan bagi Indonesia. Sebab Indonesia akan disejajarkan dengan beberapa negara maju, seperti Jepang, Korea Selatan, Cina, Jerman, misalnya.

Namun di sisi lain, ada tidak enaknya. Menurut Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, ketika ditemui di kantornya (21/2/2020), akan ada fasilitas-fasilitas yang didapat sebagai negara berkembang akan dihapus.

Beberapa barang ekspor Indonesia yang masuk ke negeri Paman Sam, bakal dikenai tarif tinggi, sebab akan dikenakan pajak impor.

Selain itu pencoretan tersebut akan berpengaruh pada batasan minimum (de minimis tresholds) untuk marjin subsidi agar penyelidikan bea masuk anti subsidi (BMAS) distop. Batasan minimum tersebut semakin kecil dari 2% menjadi tinggal 1%.

Diperkirakan nantinya juga akan berdampak pada kebijakan anti dumping dan safeguard. Begitu pula fasilitas GSP (generalized system of preference) dari negeri Paman Sam itu juga ditengarai akan dihapus.

“Tapi kita tidak perlu kawatir,” kata Airlangga.

Hubungan perdagangan Indonesia-AS terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Di situ terlihat Indonesia mencatat surplus perdagangan per Januari 2020 sebesar US$1,01 miliar. Angka itu naik bila dibandingkan dengan surplus tahun sebelumnya sebesar US$804 juta.

tag: #airlanggahartarto  #amerika-serikat  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...