Bisnis
Oleh Aries Kelana pada hari Sabtu, 21 Mar 2020 - 19:22:54 WIB
Bagikan Berita ini :

Dampak COVID-19, Starbucks Ubah Kebijakan Penjualan

tscom_news_photo_1584793374.jpg
Kafe Starbucks (Sumber foto : istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Perusahaan kafe kopi, Starbucks Corp akan mengubah kebijakan penjualan. Konsumen tak bisa lagi makan makanan ringan dan minum kopi di kafe. Para konsumen diminta memesan kopi melalui jasa delivery (pengantaran), pengambilan untuk dibawa pulang (pick-up) dan drive through (pemesanan melalui kendaraan bermotor).

Tapi pengecualiaan diberikan pada kafe Starbucks yang berada di dalam rumah sakit atau lokasinya berdekatan dengan rumah sakit ataupun klinik. Keputusan soal itu bersifat independen, artinya kafe diberikan kebebasan untuk tetap buka atau tutup.

Meski tutup, pihak manajemen Starbucks akan tetap membayar semua mitra toko selama 30 hari ke depan, terlepas dari keputusan yang dibuat pemilik kafe, demikian seperti dilansir situs reuters.com (21/3/2020).

“Pemerintah meminta gerai makanan dan minuman yang nyaman ditutup, bila tak memungkinkan menggunakan jasa pick-up, drive trough dan devilvery,” ujar Rossann Williams, Presiden Starbucks.

Keputusan itu merupakan tindak lanjtu dari kebijakan Starbucks. Sebelumnya, perusahaan kafe kopi terbesar di dunia membuat langkah dengan melebarkan jarak antar pembeli. Kemudian dilanjutkan dengan memperluas penutupan di luar universitas, mal, dan area berisiko tinggi yang diumumkannya beberapa hari lalu.

Namun demikian, penggemar kopi dari Starbucks tak perlu cemas. Kebijakan tersebut untu sementara hanya berlaku untuk kawasan Amerika Serikat dan Kanada.

tag: #starbuck  #kafe-kopi  #amerika-serikat  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...