Bisnis
Oleh Rihad pada hari Saturday, 18 Apr 2020 - 09:59:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Pengusaha: Industri Alat Kesehatan Dalam Negeri Akan Maju Kalau Ada Komitmen Pemerintah

tscom_news_photo_1587175490.jpg
Industri alat pelindung diri (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (Aspaki), Ahyahudin Sodri menyatakan untuk membangun industri alat kesehatan di dalam negeri perlu komitmen pemerintah. Pernyataan ini menanggapi apa yang disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir yang kecewa karena industri alat kesehatan dikuasai oleh mafia.

Teropong Juga:

Industri Kesehatan Dikendalikan Mafia, Tantangan Berat di Saat Perang Melawan Corona

Menurut Ahyahudin, agar industri alkes di dalam negeri bisa tumbuh, pemerintah perlu memberikan sejumlah insentif yang bisa mendorong pelaku usaha alkes dalam negeri seperti yang dilakukan negara lain. Pemerintah dapat mewajibkan penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri, seperti yang dilakukan oleh Malaysia, Korea, China dan India. "Jika penyerapan pasar meningkat, maka akan mendorong tumbuhnya industri alkes dan bahan baku alkes," kata Ahyahudin.

Dengan adanya kebijaksanaan tersebut maka industri dalam negeri akan berkembang. "Porsi produk impor dan lokal alkes dapat berimbang, " katanya. . Ia mengingatkan selain kekurangan bahan baku, industri alat kesehatan di Indonesia juha sulit memasarkan produknya..

Ia mengakui alat kesehatan yang ada di Indonesia sebagian besar hasil impor. Produk impor sudah digunakan sejak awal kemerdekaan. Jadi kondisi ini bukan hal baru. Banyaknya impor juga disebabkan oleh standar alat kesehatan yang tinggi. Seperti diketahui, produk alkes memiliki standar yang tinggi dan bukan produk yang bisa diproduksi secara massal. Sehingga untuk beberapa jenis alkes, belum bisa dibuat di dalam negeri.

"Tata niaga alkes juga dicirikan oleh standar keamanan pasien yang tinggi dan bukan produk masal. Beberapa produk alkes hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit oleh pasar," ujarnya.

Kegundahan Erick

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Indonesia sangat tergantung dengan produk impor. "Alat kesehatan musti impor, bahan baku musti impor," kata Erick melalui live streaming di akun Instagram miliknya, Kamis (16/4/2020).

Ia menyayangkan Indonesia yang masih sangat bergantung dengan impor. Sebagai negara yang besar seharusnya Indonesia bisa mengurangi impor tersebut. "Kalau kita tidak gotong-royong, tidak bangun bangsa kita dengan diri sendiri, memang bangsa lain peduli? Kita yang harus peduli pada bangsa kita. Jangan semua ujung-ujungnya duit terus, dagang terus, akhirnya kita terjebak short term policy. (Impor alat kesehatan) Didominasi mafia, trader-trader itu, kita harus lawan dan ini Pak Jokowi punya keberpihakan itu," tambahnya.

tag: #alat-pelindung-diri  #corona  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 01 Mei 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...