Bisnis
Oleh Rihad pada hari Wednesday, 06 Mei 2020 - 14:30:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Obligasi BUMN Laku Keras, Erick: Tanda Indonesia Masih Menarik Buat Investor

tscom_news_photo_1588749436.jpg
Erick Thohir (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai bahwa minat investor asing terhadap Indonesia masih besar. Hal itu dibuktikan dengan larisnya obligasi yang diterbitkan Badan Usaha Milik Usaha.

"Banyaknya minat investor terhadap Global Bond yang diterbitkan BUMN ini menjadi bukti bahwa Indonesia menjadi salah satu tujuan investasi menarik di dunia," kata Menteri BUMN Erick Thohir, Rabu (6/5/2020)

Pada Selasa (5/5), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sukses menerbitkan instrumen obligasi dalam dolar AS atau Global Bond sebesar 500 juta dolar AS atau sekitar Rp7,5 triliun (kurs Rp15.000)

Dalam proses penawarannya, obligasi Bank Mandiri itu mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hampir lima kali dari besaran obligasi yang ditawarkan Bank Mandiri. Total permintaan investor mencapai 2,4 miliar dolar AS.

Adapun investor yang membeli Global Bond Bank Mandiri dari Asia sebanyak 66 persen dan 34 persen dari Eropa, Timur Tengah, Afrika dan Amerika Serikat.

Sementara kupon yang ditawarkan oleh Bank Mandiri sebesar 4,75 persen. Kupon yang ditawarkan ini lebih tinggi dari global bond yang ditawarkan pemerintah pada awal April 2020 yang sebesar 3,9 persen. Sedangkan jangka waktu kontrak surat utang ini hingga 2025 atau memiliki tenor selama lima tahun.

Bank Mandiri mendapat rating Baa2 Stable dari Moody"s, BBB- Negative dari S&P dan BBB- Stable dari Fitch.

Sebelumnya, PT Hutama Karya (Persero) juga sukses menerbitkan Global Bond sebesar sebesar 600 juta dolar AS dengan kupon yang ditawarkan sebesar 3,75 persen.

Dalam penawarannya, HK mencatat kelebihan permintaan hingga enam kali dari nilai yang diterbitkan. Adapun Investor yang melakukan pembelian Global Bonds berasal dari Asia (42 persen), Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (30 persen), dan Amerika Serikat (28 persen).

Untuk itu, Erick Thohir mendorong kepada BUMN lain terus kreatif dalam mencari pendanaan, penerbitan obligasi dalam dolar AS ini patut untuk ditiru.

tag: #erick-thohir  #menteri-bumn  #investasi-asing  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...