Bisnis
Oleh Rihad pada hari Senin, 28 Sep 2020 - 21:22:12 WIB
Bagikan Berita ini :

Sektor Ritel Kehilangan Omset Rp 200 Triliun, Seharusnya Ada Subsidi Untuk Pengusaha

tscom_news_photo_1601302831.png
Ilustrasi supermarket (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Pandemi Covid-19 telah membawa dampak besar terhadap sektor ritel dan pusat perbelanjaan. Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) Budihardjo Iduansjah mengatakan kondisi tersebut diperparah dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang kembali menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran Covid-19.

"Karena pemerintah membatasi (PSBB, red) saat ini kapasitas kami hanya 50 persen dan omzet atau pendapatannya juga 50 persen," tutur Budi saat konferensi pers bersama Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) secara daring, Senin (28/9).

Dengan begitu kata Budi, penghasilan pusat perbelanjaan atau ritel yang semula atau sebelum pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia bisa mencapai Rp400 triliun dalam setahun, kini merugi Rp200 triliun. "Kerugiannya di situ enggak bisa menutup biaya operasional. Karena pemerintah membatasi, harusnya 50 persen (kerugian, red) berikan subsidi langsung kepada pengusaha," tegasnya. Lebih lanjut Budi menjelaskan bahwa dengan kebijakan PSBB yang kembali diperketat ini juga akan berdampak pada 1,5 juta pekerja di sektor pusat perbelanjaan.

"Jumlah tenaga kerja di kami ada tiga juta orang, ritel beroperasi hanya 50 persen, sudah pasti 1,5 juta orang ini akan terdampak termasuk daya belinya juga," jelas Budi. Sebagai upaya untuk meringankan hal tersebut, Budi meminta pemerintah untuk memberikan kebebasan pajak, agar seluruh dana yang dihasilkan untuk pajak dapat dialokasikan untuk pemulihan toko dan pencegahan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

tag: #supermarket  #psbb  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...