Bisnis
Oleh Aris Eko pada hari Sabtu, 06 Jun 2015 - 11:48:52 WIB
Bagikan Berita ini :

Wow, Inilah Dana Rp 55,4 T Untuk Membangun Infrastruktur 13 Kawasan Industri

15Andrinov Chaniago 003.jpg
Andrinof Chaniago, Meneg PPN/Ketua Bappenas (Sumber foto : Indra Kusuma/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Hingga tahun 2019, pemerintah akan membutuhkan dana investasi Rp 55,4 triliun guna membangun infrastruktur untuk mendukung13 Kawasan Industri diluar Jawa. Sebagian sudah dimulai pembangunannya.

Rencana penggelontoran dana sebesar itu diungkapkan oleh Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Andrinof Chaniago dua hari lalu. Dia mengatakan hal itu saat menjelaskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) kepada para pemimpin redaksi.

Andrinof menjelaskan secara rinci dana investasi itu sebesar Rp 8,2 triliun untuk membangun bandara, Rp 8,079 trilun untuk membangun jalan, Rp 10,085 triliun untuk kereta api, Rp 10,477 triliun untuk ketenagalistrikan, Rp 17,664 triliun untuk pelabuhan dan Rp 939 miliar untuk sumber daya air.

Adapun 13 kawasan industri di luar Jawa itu adalah Kuala Tanjung (Sumatera Utara), Siemangke (Sumatera Utara), Tanggamus (Lampung), Batulicin (Kalimantan Selatan), Ketapang (Kalimantan Barat), Landak (Kalimantan Barat), Jorong (Kalimantan Selatan).

Selain itu juga kawasan industri Palu (Sulawesi Tengah), Morowali (Sulawesi Tengah), Bantaeng (Sulawesi Selatan), Bitung (Sulawesi Utara), Konawe (Sulawesi Tenggara), Buli-Halmahera Timur (Maluku Utara) dan Teluk Bintuni (Papua Barat). Kawasan industri ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi daerah.(ris)

tag: #kawasan industri  #andrinof  #infrastruktur  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...