Berita
Oleh Bachtiar pada hari Selasa, 06 Apr 2021 - 10:01:30 WIB
Bagikan Berita ini :

Walhi: Penyebab Banjir Bandang di Flores Timur Karena Dipicu Kerusakan Lingkungan

tscom_news_photo_1617678090.jpg
Banjir bandang di Flores Timur, NTT (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Direktur Eksekutif Walhi Nusa Tenggara Timur (NTT) Umbu Wulang T Paranggi mengatakan, banjir bandang yang terjadi di Flores Timur juga dipicu kerusakan lingkungan.

Wulang menyebut kerusakan lingkungan tersebut disebabkan karena alih fungsi lahan, pertambangan, dan pembalakan liar.

Ia mencontohkan alih fungsi lahan di kawasan hulu Sumba Timur untuk kepentingan investasi pabrik gula. Menurutnya, lahan hutan ditebang dan diubah menjadi perkebunan tebu.

"Ini juga berdampak pada eskalasi banjir yang besar di Sumba Timur," kata Wulang, Senin (5/4/2021).

Wulang mengatakan Kabupaten Malaka sendiri menjadi langganan banjir di NTT. Menurutnya, terdapat pembangunan di kawasan hulu. Selain itu, terdapat kawasan pertambangan di kawasan sungai dan hulu.

"Tapi sampai hari ini masih juga praktik-praktik seperti itu, pertambangan ada di kawasan sungai maupun di daerah hulu," ujarnya.

Sementara, kata Wulung, wilayah Adonara yang merupakan sebuah pulau di NTT terdapat aktivitas pembalakan liar di wilayah Gunung Boleng.

Menurutnya, banjir bandang yang melanda Adonara baru kali ini terjadi. Sebelumnya, pulau tersebut tidak masuk dalam peta rawan bencana.

Wulung mengatakan masyarakat di Kabupaten Lembata juga hidup di daerah rawan bencana. Ia menggambarkan masyarakat setempat mirip dengan warga lereng Gunung Merapi.

"Longsor itu kan tinggal tunggu waktu aja sebenarnya melihat eskalasi erupsi yang begitu banyak di sana," kata Wulang.

Wulang tak menampik faktor alam turut menjadi penyebab bencana di NTT sehingga mudah menyatakan bencana ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi. Meski demikian, curah hujan tersebut bergantung pada daya tampung lingkungan suatu wilayah.

Jika daya tampung suatu wilayah masih baik, kata Wulung, kawasan tersebut masih sanggup menampung curah hujan. Namun, daya tampung suatu wilayah menjadi tidak memadai karena kerusakan lingkungan.

"Kalau daya tampung tidak baik otomatis meluber ke mana-mana kan," tuturnya.

Sejumlah kabupaten dan kota di NTT diterjang banjir bandang dan tanah longsor. Puluhan orang dilaporkan meninggal dunia dan ratusan mengungsi di Kabupaten Flores Timur dan Lembata.

tag: #banjir-bandang  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...