Bisnis
Oleh Rihad pada hari Saturday, 26 Jun 2021 - 07:38:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Bamsoet Berharap KADIN Dapat Membangkitkan Ekonomi Nasional

tscom_news_photo_1624664255.jpg
Bambang Soesatyo (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDINDO) Bambang Soesatyo mengikuti Konvensi Anggota Luar Biasa KADIN Indonesia yang digelar secara virtual.

Konvensi dilakukan untuk menetapkan wakil dari masing-masing kelompok yang akan menjadi peserta penuh dalam Munas VIII KADIN Indonesia.

"ARDINDO bersama 9 asosiasi lainnya berada di Kelompok 7 (Asosiasi-Asosiasi Jasa Perdagangan dan Jasa Ekspor-Impor). Hasil konvensi menetapkan ARDINDO bersama ASPANJI (Asosiasi Pengusaha Pengadaan Barang dan Jasa Indonesia) mewakili Kelompok 7 menjadi Peserta Penuh dalam Munas VIII KADIN Indonesia," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (25/6/2021).

Bamsoet hadir bersama sekitar 121 asosiasi/himpunan perusahaan yang terbagi dalam 12 kelompok asosiasi/himpunan.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, penyelenggaraan munas merupakan momentum untuk melakukan review mengenai berbagai langkah dan kebijakan yang telah dilakukan KADIN. Untuk kemudian, lanjut Bamsoet, menyusun langkah ke depan dalam bentuk program kerja KADIN dan membuka berbagai akses untuk menjaring aspirasi yang berkembang untuk memajukan KADIN.

"Terlebih saat ini dampak pandemi tidak hanya memukul sektor kesehatan masyarakat, melainkan juga menggerus perekonomian nasional. Ekonomi Indonesia pada tahun 2020 terkontraksi sebesar 2,07 persen, mengantarkan Indonesia pada jurang resesi. Perlu kerja keras dari semua pihak, khususnya KADIN Indonesia sebagai wadah organisasi perdagangan dan industri, untuk membangun optimisme pelaku ekonomi nasional untuk bersama-sama bangkit dari resesi," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menerangkan, KADIN Indonesia juga harus membangun iklim usaha yang dapat mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru.

Inovasi ini diperlukan agar dalam menghadapi persaingan global, dunia usaha Indonesia mampu menawarkan alternatif-alternatif dan terobosan-terobosan baru yang lebih baik dari berbagai aspek.

"Mengingat menurut Indeks Inovasi Global (Global Innovation Index), menempatkan Indonesia pada posisi ke-85 dari 131 ekonomi negara di dunia. Posisi tersebut belum mengalami peningkatan sejak tahun 2018.

Artinya, diperlukan langkah-langkah kreatif sebagai stimulus untuk mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru di tanah air," pungkas Bamsoet.

tag: #bambang-soesatyo  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 01 Mei 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...