Oleh Wiranto pada hari Kamis, 30 Sep 2021 - 09:40:48 WIB
Bagikan Berita ini :

Investigasi Pertamina Simpulkan Kebakaran Kilang Balongan Akibat Petir

tscom_news_photo_1632969648.jpeg
Kebakaran kilang Balongan (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Hasil investigasi oleh Pertamina menyimpulkan empat tangki di Kilang Minyak Balongan, Jawa Barat yang terbakar pada 29 Maret 2021 adalah akibat tersambar petir sehingga bocor dan meledak.

Ada empat pihak yang turun menyelidiki kasus ini. Yakni, Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur (B2TKS) yang berada di bawah BPPT, Pusat Penelitian Petir LAPI ITB, Ditjen Migas Kementerian ESDM, dan satu lembaga luar negeri yaitu Det Norske Veritas (DNV).

Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional, Djoko Priyono, menjelaskan hasil penyebab kebakaran tangki Balongan oleh keempat investigator tersebut berbeda-beda.

Namun, Pertamina mengambil kesimpulan yang condong pada hasil pengecekan Pusat Penelitian Petir LAPI ITB.

Untuk penyebab kebocoran, Djoko mengatakan kesimpulannya adalah terjadinya sambaran petir travelling pada pukul 23.09 WIB (28 Maret 2021) yang menyebabkan degradasi pada dinding/plat atau las-lasan di tangki G.

"Ini menyebabkan penurunan penipisan dinding/plat atau las-lasan tangki G, disusul dengan robek dan bocornya dinding tersebut akibat tekanan mekanik dari dalam tangki yang telah terisi BBM pada level mendekati penuh," kata Djoko dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (29/9).

Untuk penyebab kebakaran, kesimpulan Pertamina adalah terjadi akibat sambaran petir atau induksi pada tangki G yang berdampak terjadinya segitiga api yaitu udara oksigen, vapor hydrocarbon, dan sambaran petir.

Kesimpulan akhir Pertamina lebih condong pada hasil investigasi LAPI ITB yang menyebut ledakan dipicu oleh sambaran petir. Hal ini, menurut Djoko, dikuatkan juga oleh data PLN.

"PLN Puslitbang memiliki alat untuk mendeteksi petir yaitu Lightning Detection System (LDS). Dari pengukuran LDS terhadap radius 15 km di area kilang sepanjang pukul 23:00 hingga 01:00 WIB, terdapat 241 sambaran petir," kata Djoko.

Sebelumnya, BMKG menegaskan bahwa kebakaran yang melanda Kilang Minyak Balongan di Indramayu, Jawa Barat bukan disebabkan oleh sambaran petir.

Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu Rahmat Triyono mengatakan hal tersebut berdasarkan alat monitoring lightning detector yang berlokasi di BMKG Jakarta dan BMKG Bandung.

"Dari pukul 00.00 hingga pukul 02.00 WIB, bahwa tidak terdeteksi adanya aktivitas sambaran petir di wilayah kilang minyak Balongan, Indramayu," kata Rahmat saat itu.

tag: #pertamina  #kebakaran  #kilang  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
Dompetdhuafa X TS : Qurban
advertisement