Berita
Oleh Bachtiar pada hari Minggu, 24 Okt 2021 - 19:09:19 WIB
Bagikan Berita ini :

Tanggapi Statemen Menag Yaqut, Wachid: Statemen Orang Radikal

tscom_news_photo_1635079213.jpg
Abdul Wachid Politikus Gerindra (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid menyayangkan pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menyebut Kementerian Agama merupakan hadiah negara bagi Nahdlatul Ulama (NU).

Menurutnya, pernyataan tersebut membuktikan betapa kerdilnya cara berpikir Menag dalam melihat esensi keberagamaan dalam keberagaman.

"Katanya mengusung konsep agama yang inklusif (terbuka) tapi kok kenyataannya malah eksklusif. Pernyataan tersebut merupakan pernyataan radikal dan sangat berbahaya terhadap keberagaman yang sudah terjalin dengan baik selama ini," tegas Politikus Gerindra itu kepada wartawan, Minggu (24/10/2021).

Wachid juga menyingung soal paham radikalisme yang selama ini ditentang dan digembar-gemborkan Menag.

"Yang radikal kalau begitu siapa? Saya kira statemen semacam itu menandakan bahwa Menag hanya menganggap kebenaran hanya milik golongannya saja, ini namanya apa kalau bukan orang radikal. Sementara golongan yang lain kurang dianggap," sindirnya.

Wachid menilai, statement Menag itu bisa menimbulkan perpecahan dikalangan umat Islam itu sendiri.

"Selain itu bisa bikin gaduh antar umat beragama, juga perpecahan umat islam," tandasnya.

Wachid juga mengingatkan bahwa Indonesia dibangun bukan hanya oleh satu golongan tertentu saja melainkan semua golongan punya sumbangsih yang sama.

"Negeri ini berdiri ditopang keberagaman bukan ditopang kekerdilan. Khusus klaim dia bahwa Kemenag hadiah negara kepada NU itu sangat menyakitkan. Di dalam penganut agama islam sendiri banyak golongan," tegasnya.

Wachid mendesak agar Menag segera meralat dan mengklarifikasi pernyataan yang sudah membuat gaduh serta membuat luka pihak lainnya.

"Dia harus minta maaf kalau tidak mau minta maaf sebaiknya presiden Jokowi turun tangan dan sampaikan permohonan maaf atas kekeliruan pembantunya itu. Ini persoalan serius karena Menag Yaqut sudah menanam bibit eksklusivisme (merasa paling benar) di negeri Pancasila yang berspiritkan Bhineka Tunggal Ika," tegasnya.

tag: #yaqut-cholil-qoumas  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...