Oleh Wiranto pada hari Jumat, 24 Des 2021 - 23:05:20 WIB
Bagikan Berita ini :

Panglima TNI Perintahkan Oknum yang Tabrak Sepasang Remaja di Nagreg untuk Dipecat

tscom_news_photo_1640361926.jpeg
Ilustrasi Pembunuhan (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Tiga oknum TNI AD yang menabrak sepasang remaja di Nagreg Kabupaten Bandung dan membuang jasadnya di Banyumas-Cilacap, akhirnya terungkap.

Mereka adalah Kolonel Infanteri P (Korem Gorontalo, Kodam Merdeka), Kopral Dua DA (Kodim Gunung Kidul, Kodam Diponegoro) dan Kopral Dua Ahmad (Kodim Demak, Kodam Diponegoro).

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Prantara Santosa mengatakan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memerintahkan memecat ketiga anggotanya itu dari kesatuan militer.

"Selain akan lakukan penuntutan hukuman maksimal sesuai tindak pidana-nya, Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa juga telah menginstruksikan Penyidik TNI & TNI AD serta Oditur Jenderal TNI untuk memberikan hukuman tambahan pemecatan dari dinas militer kepada 3 Oknum Anggota TNI AD tersebut," ujar Prantara dalam keterangannya, Jumat (24/12).

Mereka juga dijerat pasal berlapis. Pasal-pasal itu adalah Pasal 310 UU LLAJ (ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun), lalu Pasal 181 KUHP (ancaman pidana penjara maksimal 6 bulan).

Dan juga Pasal 359 KUHP (ancaman pidana maksimal 5 tahun), Pasal 338 KUHP (ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun), kemudian Pasal 340 KUHP (ancaman pidana penjara maksimal seumur hidup).

Penyelidikan kasus dua sejoli yakni Salsabila (14) dan Handi Harisaputra (18) yang ditabrak di Nagreg, Kabupaten Bandung, kemudian mayatnya dibuang di wilayah Sungai Serayu, Jawa Tengah, kini ditangani TNI AD.

Sebelumnya diberitakan, sejoli itu ditabrak oleh mobil Panther berpelat B pada tanggal 8 Desember di dekat SPBU Nagreg, Kabupaten Bandung.

Dalam kecelakaan itu, netizen sempat memotret orang-orang yang di dalam mobil Panther saat menggotong korban, termasuk nopol mobil pelaku.

Masyarakat yang menyaksikan peristiwa itu mengira korban hendak dibawa ke rumah sakit. Tapi kedua orang tua korban tidak menemukan korban setelah mencari di seluruh rumah sakit dan puskesmas di sekitarnya.

Setelah dilakukan pencarian, seminggu kemudian jasad keduanya ditemukan di dua lokasi berbeda. Jasad Handi ditemukan di Sungai Serayu, Banyumas. Sementara itu, jasad Salsabila ditemukan di aliran Sungai Serayu, Cilacap.

tag: #pembunuhan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Lainnya
Berita

Dana BOTI Dipangkas, Warga Kota Pademangan Minta Anies Baswedan Kembali Pimpin Jakarta

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 24 Jul 2024
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Semangat Warga Kota Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara untuk mengembalikan program-program Anies Baswedan sangat kuat. Setelah banyaknya keluhan warga yang mengalami ...
Berita

Survei Pilkada Jepara, Simulasi Pasangan Dian-Jadug Berpeluang Menang Besar

JEPARA (TEROPONGSENAYAN) --Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) menggelar survei sejak 10 - 20 Juli untuk mengukur preferensi masyarakat terhadap tingkat elektabilitas para bakal calon pada Pilkada ...