Oleh Abdul malik Direktur Center of Study for Indonesian Leadership (CSIL) pada hari Rabu, 12 Okt 2022 - 21:42:20 WIB
Bagikan Berita ini :

Puan, KIB, dan Prabowo

tscom_news_photo_1665585740.jpg
Abdul malik Direktur Center of Study for Indonesian Leadership (CSIL) (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Sabtu 08 okt 22 Puan Maharani (PM) Ketua DPR pewaris trah Soekarno didampingi elit PDIP dan Airlangga Hartato (AH) didampingi Bambang Soesatyo Ketua MPR RI dan petinggi Golkar lainnya sambil olah raga pagi mengadakan pertemuan di lapangan Monas.

Tentunya kita maklum pertemuan tersebut sarat dengan muatan politik pencapresan.

PDIP satu-satunya partai pemenang pemilu yang memenuhi syarat minimal 20% Presidential Threshold tentunya ingin menang dalam pilpres 2024 untuk itu Puan Maharani yang digadang-gadang menjadi capres mengajak partai lain untuk berkoalisi diantaranya adalah Golkar.

Problem Golkar

Golkar saat ini bergabung dengan koalisi indonesia bersatu (KIB) bersama PAN dan PPP yang dipersiapkan untuk kendaraan Jokowi maju ketiga kalinya pada Pilpres 2024. Namun sebagaian besar parpol koalisi dan parpol non koalisi menolak opsi tiga periode maka kandaslah mimpi Jokowi untuk menjadi presiden tiga periode.

Guna mengamankan dirinya dan keluarganya maka Jokowi memasang Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah sebagai pengganti dirinya sebagai capres melalui KIB.

Airlangga Hartarto harus berani mengambil keputusan independen seperti yang dilakukan Surya Paloh/Nasdem keluar dari "orbit" Jokowi jika ingin maju capres atau cawapres.

Puan-Airlangga

Puan Maharani sebagai pewaris trah soekarno (orde lama) dan Airlangga Hartarto Ketum Golkar pewaris orde baru adalah salah satu pasangan menarik jika disandingkan sebagai capres dan cawapres dengan demikian polarisasi orde lama dan orde baru akan redup.

KIB Pecah Kongsi

Jika PM dan AH ditakdirkan menjadi capres/cawapres maka PAN dan PPP tidak cukup suara untuk ajukan pasangan capres/cawapres dengan demikian Koalisi Indonesia Bersatu akan bubar dengan sendirinya dengan demikian kandas pula mimpi Ganjar Pranowo menjadi capres.

Kemungkinan besar PAN dan PPP akan bergabung dengan Anies Rasyid Baswedan. Karena mayoritas akar rumput PAN dan PPP lebih mendukung ARB sebagai capres dibanding dengan bakal capres lainnya.

Prabowo Capres yang Merana

Sulit bagi Prabowo Subiyanto (PS) untuk mengharap PM/PDIP untuk menjadi cawapresnya karena Ibu Megawati pada usia uzurnya ini ingin melihat anaknya menjadi presiden mendatang maka tidak ada pilihan lain bagi PS menggaet Muhaimin Iskandar (Cak Imin) Ketum PKB menjadi cawapresnya.

PS juga kesulitan menarik AH (Golkar) untuk menjadi cawapresnya karena AH/Golkar berfikir lebih menguntungkan jika bergabung dengan PDIP yang mempunyai suara lebih banyak daripada Gerindra. Dan PDIP solid dibawah kendali Megawati.

Sementara itu PS akan kehilangan dukungan dari ummat islam pendukung ijtima ulama yang habis-habisan mendukung Prabowo-Sandiaga Uno dalam pilpres 2019 dan kini mereka kecewa berat pada PS dan SSU yang bergabung dalam koalisi Jokowi.

Jikapun PS dan Cak Imin maju sebagai capres/cawapres sesungguhnya hanya menguntungkan Cak Imin dan PKB yang akan mendapat keuntungan menaikkan populeritas Cak Imin dan PKB sebagai cawapres dengan bantuan logistik yang memadai untuk memenangkan pilleg.

Harapan Demokrasi

Bila ditakdirkan tuhan yany maha kuasa maka kedepan rakyat Indonesia mungkin akan menyaksikan tiga paslon capres/cawapres yaitu Anies Baswedan, Puan Maharani, dan Prabowo dengan cawapresnya masing-masing.

Tentunya rakyat akan menyambut gembira pilpres 2024 tanpa hiruk pikuk polarisasi politik dan perbedaan paham politik, kita berharap pileg kali ini lebih mengedepankan program-program kesejahteraan, keadilan dan kemajuan NKRI terbebas dari kekuasaan oligarki hitam.

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #pdip  #puan-maharani  #prabowo-subianto  #partai-gerindra  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
AMIN BANNER 01
advertisement
AMIN BANNER 02
advertisement
AMIN BANNER 03
advertisement
AMIN BANNER 04
advertisement
AMIN BANNER 06
advertisement
AMIN BANNER 08
advertisement
Lainnya
Opini

WS Rendra, Daulat Rakyat dan Daulat Hukum

Oleh Rusdy Setiawan Putra
pada hari Minggu, 11 Feb 2024
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --SEJAK masih di bangku SMA, saya sudah menulis puisi, cerpen, naskah drama, resensi kebudayaan dan opini tentang kehidupan di beberapa media massa, salah satunya di Harian ...
Opini

Apakah Bahan Bakar HIlidrogen Lebih Ekonomis?

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama mengkritik kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal program hilirisasi nikel, dia bilang komoditas ini bukan satu-satunya masa depan ...