JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi VI I Gede Sumarjaya Linggih berpandangan, peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) merupakan langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Terutama mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen.
"Saya optimis, investasi kita akan masuk," kata I Gede Sumarjaya melalui gawai, Jakarta, Rabu (26/2/2025).
Mengingat selama ini, investor yang ingin masuk ke Indonesia masih "wait and see" karena kondisi politik masih dianggap belum menentu dalam beberapa waktu terakhir. Terutama terjadi ketika tahun politik.
"Investasi besar berarti harus memikirkan secara politik dalam jangka panjang. Oleh karena itu, mereka harus ada keyakinan investasi untuk 10 tahun ke depan aman," ucap I Gede Sumarjaya.
Tak bisa dipungkiri bahwa geografis Indonesia sangat unggul dibandingkan negara lain. Pertama, memiliki populasi yang banyak, segmen pasarnya menjanjikan, ketiga sumber daya alam yang sangat potensial.
"(Sumber daya alam melimpah) baik itu di darat, di atas tanah dan di dalam tanah. Di lautan," ucap politikus Golkar itu.
Melalui kehadiran Danantara tentu sejalan Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong daya saing industri dalam negeri.
"Jadi ini sangat menjanjikan. Investasi ke depan ini menjamin atau tidak? ini lah jawabannya, Danantara," imbuh I Gede Sumarjaya.
Pendanaan yang diorkestrasi oleh Danantara dapat menjadi katalis bagi percepatan pembangunan kawasan. Khususnya dalam mempercepat hilirisasi industri dan membangun ekosistem investasi yang inklusif dan berkelanjutan.
"Hilirisasi bisa terwujud karena ada investasi. Orang mau ada keyakinan berinvestasi karena ada Danantara," jelas I Gede Sumarjaya.