
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi XII DPR RI, Sartono Hutomo, menilai langkah pemerintah mendorong penghematan konsumsi BBM dengan menerapkan Work From Home (WFH) merupakan sinyal kebijakan yang tepat dan proaktif dalam menghadapi potensi krisis global akibat ketegangan geopolitik serta kenaikan harga energi.
Hal tersebut disampaikan Sartono begitu ia disapa menanggapi opsi yang dipersiapkan pemerintah guna mengatasi melonjaknya harga minyak global imbas konflik Timur Tengah. Terlebih saat ini Indonesia masih mengimpor minyak mentah sekitar 1 juta barel per hari (bph).
“Kami melihat bahwa langkah efisiensi ini merupakan pendekatan yang rasional dan relatif tidak membebani masyarakat secara langsung,” kata Sartono kepada awak media, Senin,16 Maret 2026.
Sartono meyakini, kebijakan fleksibilitas kerja termasuk waktu dan tempat, dapat menghemat biaya transportasi dan makan, termasuk skema WFH atau pengaturan jam kerja yang lebih adaptif, dapat menjadi instrumen strategis untuk menekan konsumsi BBM nasional.
Terkhusus, kata Politikus Partai Demokrat ini , penerapan WFH atau pengaturan jam kerja diterapkan di kota-kota besar yang memiliki mobilitas harian tinggi.
“Disamping itu kebijakan tersebut dapat menekan pengeluaran untuk kebutuhan Rumah Tangga khususnya pangan yang juga saat ini sensitif terhadap gejolak harga energi global,” jelas Sartono.
“Namun, hal tersebut tentu perlu diatur skemanya agar industri atau usaha yang bergerak dengan mengandalkan kerja full time ini tidak terlalu terdampak perputaran ekonominya,” tambah Sartono.
Dengan kondisi demikian, Sartono berharap, negara dapat menghadirkan kebijakan yang tidak hanya menjaga stabilitas fiskal dan energi, tetapi juga memberikan ruang perlindungan bagi masyarakat
“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, negara harus mampu menghadirkan kebijakan yang tidak hanya menjaga stabilitas fiskal dan energi, tetapi juga memberikan ruang perlindungan bagi masyarakat agar biaya tetap terkendali seraya mempersiapnkan kebijakan struktural lainnya seperti penguatan cadangan energi nasional,” pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto mengambil langkah proaktif dengan menginstruksikan jajaran pemerintahannya untuk mengkaji ulang sistem kerja pegawai.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jumat (13/3/2026), Presiden secara spesifik meminta adanya skenario penerapan kembali Work From Home (WFH) dan pengurangan hari kerja.
Langkah ini dipandang sebagai solusi strategis untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional guna menjaga ketahanan APBN di tengah ketidakpastian harga energi dunia.