
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI kembali menyelenggarakan Webinar Literasi Digital bertema “PP TUNAS: Ruang Digital Anak Aman dan Sehat” pada Rabu (13/5) pukul 12.00 WIB di Digi Studio, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui edukasi, literasi digital, dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menciptakan ekosistem digital yang sehat.
Hadir sebagai narasumber utama, Andina Thresia Narang menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital merupakan tanggung jawab bersama yang harus melibatkan pemerintah, keluarga, institusi pendidikan, platform digital, dan masyarakat luas.
Dalam paparannya, Andina menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital telah memberikan banyak manfaat bagi anak-anak dalam aspek pendidikan dan kreativitas. Namun, di sisi lain, ruang digital juga menghadirkan berbagai ancaman seperti cyberbullying, konten negatif, eksploitasi anak, hingga kecanduan digital.
“Anak-anak harus dapat tumbuh di ruang digital yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan mereka. Karena itu, penguatan regulasi, edukasi, dan pengawasan menjadi sangat penting,” ujar Andina.
Ia menjelaskan bahwa PP TUNAS hadir sebagai salah satu langkah strategis dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital. Menurutnya, regulasi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem digital yang lebih ramah anak dan bertanggung jawab.
Sebagai Anggota Komisi I DPR RI, Andina juga menekankan pentingnya literasi digital bagi orang tua dan masyarakat agar mampu mendampingi anak dalam menggunakan teknologi secara bijak dan produktif.
“Perlindungan anak di era digital tidak cukup hanya dengan aturan. Peran keluarga, pendidikan karakter, dan literasi digital menjadi faktor utama agar anak mampu menggunakan internet secara sehat dan aman,” tegasnya.
Turut hadir sebagai narasumber, Wildan Hakim, yang menyoroti pentingnya edukasi komunikasi digital dalam membangun budaya bermedia sosial yang positif dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Muharini Aulia menjelaskan dampak psikologis penggunaan teknologi digital terhadap anak dan remaja. Ia menekankan bahwa pendampingan orang tua serta kontrol penggunaan gawai menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan mental anak.
Kegiatan yang dipandu oleh MC Rara dan dimoderatori oleh Novctavia Heis Susanti ini berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif peserta dari berbagai kalangan, mulai dari orang tua, pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, hingga komunitas pemerhati anak.
Diskusi berkembang pada pentingnya membangun budaya digital yang sehat, penguatan pengawasan terhadap konten negatif, serta perlunya kolaborasi lintas sektor dalam melindungi anak di ruang digital.
Acara kemudian ditutup dengan penampilan hiburan dari DG Band, yang menambah suasana hangat dan kebersamaan selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi bersama Komisi I DPR RI berharap masyarakat semakin memahami pentingnya perlindungan anak di era digital. Dengan penguatan literasi digital, edukasi keluarga, dan implementasi PP TUNAS secara optimal, Indonesia diharapkan mampu menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan ramah bagi generasi masa depan.