
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi V DPR RI, Muhammad Lokot Nasution, nangkat bicara soal pernyataan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi yang menyebut bahwa Tarif Batas Atas (TBA) harga tiket pesawat pasti mengalami kenaikan imbas melambungnya harga avtur sejak bulan lalu.
Menurut Lokot, kenaikan TBA harga tiket pesawat akibat melambungnya harga avtur sejak bulan lalu tidak bisa dihindari. Lokot menuturkan, ketegangan di Timur Tengah akibat perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) telah menyebabkan melambung harga avtur saat ini.
“Realitanya kan memang harga minyak dunia, avtur, hari ini itu kan mengalami kenaikan akibat situasi global. Perang Iran melawan Amerika dan Israel ini yang menyebabkan suplai minyak ke negara kita ini dan negara-negara lain itu juga mengalami permasalahan,” kata Lokot kepada Kedai Pena, Jumat, 22 Mei 2026.
Atas dasar itu, Lokot mendukung, langkah pemerintah untuk memberikan dukungan dan menjaga maskapai-maskapai di Indonesia bisa tetap beroperasi di tengah melambungnya harga avtur saat ini. Meskipun, Lokot berharap, nantinya kenaikan TBA harga tiket pesawat dapat dilakukan secara bijak dan benar-benar dihitung.
“Mau tidak mau (TBA harga tiket pesawat) memang dia harus naik, tetapi memang harus dihitung benar, harus dihitung benar,” jelas Lokot.
*Pentingnya Sinergitas Semua Pihak Tentukan TBA Harga Tiket Pesawat*
Lebih jauh, Lokot mengingatkan, dalam menentukan batas TBA harga tiket pesawat semua pihak dapat bersinergi menghitung dan mencari yang terbaik untuk Indonesia di tengah ketidakpastian dan situasi yang disebabkan oleh kondisi global.
“Jadi semua pihak harus benar-benar bisa bersinergi, menghitung betul apa yang terbaik yang harus kita lakukan untuk negeri ini,” beber Lokot.
Lokot memastikan, pemerintah bersama DPR berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna moda transportasi udara. Lokot mengingatkan, komitmen pemerintah dan DPR saat menanggung 100 persen PPN atas pembelian tiket pesawat untuk libur Lebaran 2026.
“Bahkan saat harga avtur tidak naik saja pada masa angkutan Lebaran, kita (pemerintah) menanggung PPN-nya, menanggung pajaknya. karena niat kita memberikan pelayanan terbaik buat pengguna jasa angkutan udara,” tutur Lokot.
*Usulkan Satu Harga Avtur di Semua Bandara*
Dalam kesempatan itu, Lokot mengusulkan, pemerintah dapat mempertimbangkan untuk menerapkan harga avtur di semua bandara sama. Lokot mengungkapkan, saat ini harga avtur di setiap bandara Indonesia berbeda-beda.
“Aku pernah bilang menyampaikan di beberapa kali rapat terkait usaha kita di Komisi V memberikan tiket murah buat seluruh anak negeri menggunakan jasa angkutan udara ini yaitu bagaimana caranya harga avtur itu satu harga,” ungkap Lokot.
“Karena harga avtur itu di Kualanamu beda, di Halim beda, di Hang Nadim beda, di bandara-bandara ini berbeda-beda,” sambung Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara (Sumut) ini.
Lokot menambahkan, perbedaan itu harus didalami dan butuh penjelasan resmi dari pihak terkait soal harga avtur di setiap bandara Indonesia. Lokot menekankan, pentingnya memberikan penjelasan kepada masyarakat agar mereka memahami bilamana nantinya TBA harga tiket pesawat mengalami kenaikan.
“Jadi jika ada kenaikan Tarif Batas Atas untuk tiket pesawat, Itu adalah sebuah keniscayaan, tetapi nanti kita akan hitung bersama di Komisi V bersama Pak Menteri Perhubungan, tentu saja juga bersama kawan-kawan dan Pak Menko Infrastruktur, Menko Perekonomian, Asosiasi Maskapai penerbangan dll pungkas Lokot.
Diketahui, Harga bahan bakar pesawat, avtur kembali naik mulai 1 Mei 2026. Hal ini berlaku untuk maskapai penerbangan domestik maupun internasional di semua bandar udara (bandara).
Berdasarkan website Pertamina yang dikutip Rabu 6 Mei 2026, harga Avtur untuk penerbangan domestik di CGK tercatat sebesar Rp27.357 per liter, naik dari sebelumnya Rp23.551 per liter di April 2026.
Atas dasar itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, bakal segera bertemu dengan maskapai penerbangan untuk membahas kenaikan Tarif Batas Atas (TBA) harga tiket pesawat imbas melambungnya harga avtur sejak bulan lalu.
Menurut Dudy, ia sudah bertemu dengan maskapai untuk membahas fuel surcharge atau biaya tambahan imbas kondisi saat ini. Selanjutnya akan ada pertemuan kembali guna menyesuaikan TBA.
"Kita sebenarnya sudah bahas itu, maksudnya untuk jangka pendek dengan airlines sudah sepakat bahwa untuk fuel surcharge ini yang dirasakan yang paling mereka butuhkan. Supaya mereka bisa beradaptasi dengan kenaikan harga avtur. Selanjutnya kita akan bicara mengenai TBA-nya," ujar Dudy usai Raker Komisi V, Kamis, 21 Mei 2026.
“Bukan turun TBA-nya. Naik TBA-nya," pungkas Dudy.