Oleh Sahlan Ake pada hari Kamis, 04 Jun 2026 - 10:53:33 WIB
Bagikan Berita ini :

Harga Obat Terancam Naik, Komisi IX DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

tscom_news_photo_1780545213.jpeg
Ilustrasi obat-obatan (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Harga obat berpotensi mengalami tekanan kenaikan di tengah konflik global yang sedang berlangsung dan buntut pelemahan nilai tukar rupiah. Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher pun meminta Pemerintah memastikan ketersediaan dan keterjangkauan obat bagi masyarakat tetap terjaga.

“Yang harus menjadi perhatian utama adalah jangan sampai masyarakat, terutama pasien yang bergantung pada obat rutin, menjadi pihak yang paling terdampak akibat gejolak ekonomi dan konflik global,” kata Netty, Kamis (4/6/2026).

Sebagai informasi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap adanya potensi kenaikan harga obat karena masih tingginya ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku farmasi impor.

Terkait hal ini, Netty menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketahanan farmasi nasional masih menghadapi tantangan serius.

“Kita perlu menjadikan situasi ini sebagai alarm untuk mempercepat kemandirian farmasi nasional,” tutur Legislator dari Dapil Jawa Barat VIII itu.

“Ketergantungan yang terlalu besar terhadap bahan baku impor membuat sistem kesehatan kita rentan terhadap fluktuasi nilai tukar maupun gangguan rantai pasok global,” lanjutnya.

Di sisi lain, Netty mengapresiasi langkah BPOM dan Pemerintah yang menyiapkan berbagai strategi mitigasi. Mulai dari diversifikasi pemasok bahan baku, optimalisasi produksi dalam negeri, hingga penguatan pengawasan dan percepatan akses obat.

Namun demikian, Netty menegaskan bahwa seluruh kebijakan tersebut harus bermuara pada perlindungan masyarakat sebagai pengguna layanan kesehatan.

“Pasien hipertensi, diabetes, jantung, kanker, maupun penyakit kronis lainnya membutuhkan obat setiap hari. Karena itu, stabilitas harga dan ketersediaan obat harus menjadi prioritas utama,” tegas Netty.

Anggota Komisi Kesehatan DPR ini juga mendorong Pemerintah untuk memperkuat produksi bahan baku obat dalam negeri. Menurut Netty, hal itu dapat dilakukan melalui dukungan riset, insentif industri, dan kolaborasi lintas kementerian.

“Ketahanan kesehatan tidak cukup hanya dengan memiliki rumah sakit dan tenaga kesehatan yang baik. Kita juga harus memiliki kemandirian dalam penyediaan obat-obatan strategis agar tidak mudah terguncang oleh dinamika global,” jelasnya.

Lebih lanjut, Netty meminta Pemerintah melakukan pemantauan berkala terhadap harga obat di lapangan agar tidak terjadi lonjakan harga yang membebani masyarakat.

“Pemerintah perlu memastikan setiap penyesuaian harga dilakukan secara terukur dan proporsional. Jangan sampai akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial menjadi terganggu,” ujar Netty.

Netty menegaskan, kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang harus dilindungi negara.

“Dalam situasi apa pun, negara harus hadir memastikan masyarakat tetap mendapatkan obat yang aman, tersedia, dan terjangkau,” terangnya.

“Jangan sampai kondisi global mengurangi hak rakyat untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak,” pungkas Netty.

tag: #dpr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
IDUL ADHA 2026 AHMAD NAJIB
advertisement