Oleh Sahlan Ake pada hari Kamis, 25 Jun 2026 - 12:21:58 WIB
Bagikan Berita ini :

Waka Komisi V DPR: Diskon Tarif Transportasi Dorong Pergerakan Ekonomi Lokal Hingga UMKM

tscom_news_photo_1782364918.jpg
Andi Iwan Darmawan Aras (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras meyakini program diskon tarif transportasi yang menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi semester II-2026 Pemerintah dapat menjadi penggerak ekonomi rakyat. Kebijakan ini pun dinilai merupakan instrumen pemerataan mobilitas yang merupakan salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

“Diskon tarif transportasi yang menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi semester-II tahun 2026 merupakan langkah baik yang dilakukan Pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Tentunya kebijakan ini patut diapresiasi,” kata Andi Iwan Darmawan Aras, Kamis (25/6/2026).

Adapun diskon tarif transportasi merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi semester II-2026 yang disiapkan Pemerintah atas arahan langsung Presiden Prabowo untuk menjaga aktivitas ekonomi domestik dengan total anggaran Rp 26,34 triliun yang akan diberikan secara bertahap mulai Juli mendatang.

Total anggaran untuk sepanjang semester II-2026 tersebut akan dibagi ke delapan kebijakan mencakup insentif perpajakan, diskon transportasi, bantuan pangan, subsidi bahan baku industri, hingga perluasan program magang dan pelatihan vokasi.

Untuk stimulus di sektor transportasi dengan alokasi anggaran sebesar Rp1,54 triliun, Pemerintah memberikan diskon tarif untuk moda kereta api, kapal, dan pesawat hingga 30%. Program ini berlaku untuk periode libur sekolah (20 Juni–5 Juli 2026) dan akan dilanjutkan pada periode Natal dan Tahun Baru (22 Desember 2026–4 Januari 2027).

Menurut Iwan, program diskon transportasi tersebut perlu dilihat tidak hanya sebagai upaya mendorong konsumsi masyarakat, tetapi juga sebagai instrumen untuk memperluas akses mobilitas yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Program ini mencerminkan upaya Pemerintah menjaga konsumsi rumah tangga sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” tuturnya.

“Pendekatan atas arahan langsung Pak Prabowo ini membuktikan Pemerintah berupaya memastikan stabilitas ekonomi nasional,” lanjut Iwan.

Iwan pun menilai, mobilitas memiliki dampak ekonomi yang jauh lebih luas dibanding sekadar perpindahan orang dari satu daerah ke daerah lain.

“Mobilitas yang lebih terjangkau akan mendorong pergerakan sektor pariwisata, perdagangan daerah, UMKM, serta aktivitas ekonomi lokal yang selama ini bergantung pada arus kunjungan masyarakat,” ungkapnya.

Karena itu, Iwan memandang efektivitas program diskon
transportasi perlu diukur dari seberapa besar manfaatnya mampu menjangkau masyarakat luas dan mendorong aktivitas ekonomi daerah.

“Momentum ini juga perlu dimanfaatkan untuk mengevaluasi biaya logistik dan transportasi nasional agar efisiensi yang tercipta tidak hanya bersifat sementara pada masa stimulus, tetapi dapat berlanjut menjadi peningkatan konektivitas yang lebih berkelanjutan,” papar Iwan.

Di sisi lain, Iwan memandang perilaku konsumsi masyarakat cenderung menjadi lebih hati-hati di tengah meningkatnya tekanan biaya hidup dan ketidakpastian global.

“Termasuk dalam pengeluaran untuk perjalanan dan aktivitas rekreasi,” terang politisi Gerindra tersebut.

Hal ini lantaran dalam beberapa tahun terakhir, biaya transportasi menjadi salah satu komponen pengeluaran rumah tangga yang semakin sensitif terhadap perubahan harga energi, tarif operasional, dan kondisi ekonomi global.

“Akibatnya, mobilitas masyarakat tidak lagi semata-mata ditentukan oleh kebutuhan, tetapi juga oleh kemampuan ekonomi masing-masing keluarga,” sebut Iwan.

Pimpinan Komisi bidang Transportasi DPR ini pun melihat, kelompok yang paling menentukan keberhasilan stimulus ekonomi di sektor transportasi adalah kelas menengah. Oleh karenanya, kata Iwan, pendekatan diskon tarif transportasi menjadi langkah relevan untuk menggerakan perekonomian nasional.

“Selama ini kelas menengah menjadi motor utama konsumsi domestik, namun dalam beberapa waktu terakhir kelompok ini juga menghadapi tekanan,” jelasnya.

“Mulai dari kenaikan berbagai biaya kebutuhan dasar, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga cicilan rumah tangga,” sambung Iwan.

Karena itu, Iwan menilai diskon tarif transportasi tidak hanya berfungsi sebagai insentif perjalanan, tetapi juga sebagai sinyal bahwa negara berupaya menjaga ruang konsumsi masyarakat agar tetap berjalan di tengah tekanan akibat dinamika ekonomi global.

“Ketika masyarakat tetap memiliki dana untuk melakukan perjalanan, berwisata, atau mengunjungi keluarga di daerah lain, maka aktivitas ekonomi di berbagai sektor ikut bergerak,” ujar Legislator dari Dapil Sulawesi Selatan II itu.

Iwan pun mendorong agar paket stimulus ekonomi ini dibarengi dengan upaya memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.

“Sebab tantangan terbesar ekonomi nasional saat ini bukan hanya mendorong konsumsi saja, melainkan juga dalam menjaga optimisme dan kemampuan belanja masyarakat dalam jangka yang lebih panjang,” kata Iwan.

Iwan pun berpesan kepada operator moda transportasi untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Perhatikan juga unsur keamanan dan kenyamanan pelayanan transportasi demi menjaga keselamatan masyarakat yang berpergian,” pungkasnya.

tag: #dpr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement