Oleh Sahlan Ake pada hari Jumat, 10 Jul 2026 - 13:57:07 WIB
Bagikan Berita ini :

Habib Idrus Usulkan Islamic International Financial Hub Jadi Diferensiasi Utama PFII

tscom_news_photo_1783666627.jpg
(Sumber foto : Foto: Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (RUU PFII) di Panitia Kerja (Panja) Komisi XI DPR RI terus bergulir. Dalam rapat Panja bersama pemerintah, Anggota Panja dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Habib Idrus Aljufri, mengusulkan agar Islamic International Financial Hub menjadi bagian penting dalam desain RUU PFII sebagai keunggulan kompetitif Indonesia di tingkat global.

Menurut Habib Idrus, Indonesia tidak cukup hanya membangun pusat keuangan internasional yang serupa dengan negara lain. PFII harus memiliki value proposition yang jelas dan diferensiasi yang mampu menarik investasi global dengan memanfaatkan keunggulan yang dimiliki Indonesia.

“Kita tidak boleh sekadar menjadi pusat finansial internasional yang sama dengan negara lain. Indonesia harus memiliki identitas yang kuat. Saya mengusulkan agar Islamic International Financial Hub menjadi value proposition sekaligus diferensiasi utama PFII,” ujar Habib Idrus dalam rapat Panja, Jumat (10/7/2026).

Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk membangun ekosistem keuangan syariah bertaraf internasional. Potensi tersebut, menurut Habib Idrus, harus diakomodasi secara nyata dalam RUU PFII sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar industri keuangan syariah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas keuangan syariah global.

Ia menjelaskan bahwa konsep Islamic International Financial Hub bukan sekadar menghadirkan layanan keuangan syariah, melainkan membangun sebuah ekosistem yang utuh. Ekosistem tersebut mencakup pengembangan pasar sukuk internasional, pengelolaan wakaf produktif, penguatan dana haji, Islamic asset management, Islamic venture capital, pembiayaan proyek infrastruktur berbasis syariah, perdagangan karbon syariah, hingga inovasi aset digital syariah yang didukung oleh regulasi yang kuat dan berstandar internasional.

Menurut Habib Idrus, strategi tersebut akan memberikan posisi yang berbeda bagi Indonesia dibandingkan pusat-pusat keuangan internasional lainnya. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, Indonesia harus mampu menawarkan keunggulan yang tidak mudah ditiru negara lain.

“Justru karena kita memiliki kekuatan di sektor ekonomi dan keuangan syariah, maka itulah yang harus menjadi positioning Indonesia. Jangan sampai kita masuk dalam persaingan global tanpa membawa keunggulan yang menjadi ciri khas bangsa kita sendiri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Habib Idrus menilai bahwa pengembangan Islamic International Financial Hub akan memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional. Selain menarik arus investasi internasional, langkah tersebut juga akan memperkuat industri keuangan syariah nasional, meningkatkan daya saing sektor jasa keuangan, memperluas lapangan kerja, serta mendorong Indonesia menjadi salah satu pusat ekonomi syariah dunia.

Fraksi PKS berharap usulan tersebut dapat menjadi perhatian serius pemerintah dalam proses pembahasan RUU PFII. Dengan menjadikan Islamic International Financial Hub sebagai bagian integral dari PFII, Indonesia memiliki peluang besar untuk menghadirkan pusat finansial internasional yang tidak hanya kompetitif secara global, tetapi juga mencerminkan kekuatan, karakter, dan keunggulan strategis bangsa Indonesia.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Lainnya
Berita

DPR Dukung Aksi Jerhemy Nemo Tebang Sawit Ilegal, Dorong Gerakan Penghijauan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 10 Jul 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan memuji aksi penghijauan yang dilakukan pegiat lingkungan Jerhemy Nemo. Aksi Jerhemy menjadi perhatian setelah membagikan kegiatan ...
Berita

Kasus Kekerasan Seksual Anak di Sampang: 15 Tersangka Masih Buron, Anggota DPR RI Desak Penuntasan Hukum

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Kasus kekerasan seksual terhadap anak yang mengguncang Kabupaten Sampang, Madura, mendapat sorotan tajam dari Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari. Legislator dari ...