Berita
Oleh Bara Ilyasa pada hari Senin, 14 Sep 2015 - 07:26:08 WIB
Bagikan Berita ini :

PDIP: Novanto dan Fadli Tak Hanya Langgar Etik Tapi Konstitusi

38adian tidur.jpg
Adian Napitupulu yang sempat tertidur saat rapat (Sumber foto : Mandra Pradipta)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pelanggaran Ketua DPR RI Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon tidak hanya terhadap kode etik tetapi juga konstitusi.

Menurut Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP), Adian Napitupulu, keduanya melakukan pelanggaran konsitusi terkait hak, kewenangan dan kewajiban DPR.

"Alibi yang dilontarkan keduanya adalah menarik investor. Jika DPR bisa mencari investor atas nama negara atau atas nama DPR maka yang terjadi adalah kekacauan ketatanegaraan," ujar Adian saat dihubungi, Minggu (13/9/2015).

Menurutnya, pencari dan pengelola anggaran 100 persen hak dan kewajiban eksekutif degan seluruh jajaran dan lembaga di bawahnya.

Dia menjelaskan dalam kerja sama investasi antara negara, ada 3 pola yang dikenal berbagai negara, pertama G to G, kedua G to B dan ketiga B to B. Pola hubungan P (Parlemen) to B atau P to G sama sekali tidak pernah ada dalam sejarah parlemen dunia.

Adian menyebut, dari 10 Bab dan 428 pasal di UU No.17/2014 tentang MD3, tidak satupun pasal yang memberi hak bagi anggota maupun pimpinan DPR untuk mencari investor atas nama negara atau atas nama DPR.(ss)

tag: #dpr  #langgar konstotusi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 12 Okt 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi program penyederhanaan (streamlining) entitas anak usaha di lingkungan TelkomGroup. ...
Berita

Doli Kurnia Siap Ungkap Fakta di Balik Polemik Pasal Cawapres 2024

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, mengaku memiliki dokumen dan rekaman video terkait polemik dugaan penyelundupan Pasal 18 ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan ...