Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Senin, 14 Sep 2015 - 11:56:58 WIB
Bagikan Berita ini :

Awal Pekan, Rupiah Kembali Terpuruk

62rupiah-dolar.jpg
Mata uang rupiah dan dolar (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Mengawali pekan ketiga bulan September mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah. Rupiah belum bisa melepaskan diri dari tekanan dolar AS.

Mengutip data Bloomberg, Senin (14/9/2015), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di posisi Rp 14.323 per dolar AS jika dibandingkan posisi sebelumnya Rp 14.322 per dolar AS.

Rupiah melemah 1 poin atau setara 0,01 persen. Pergerakan rupiah hari ini akan berada di kisaran antara Rp 14.308 per dolar AS sampai Rp 14.330 per dolar AS.

Sedangkan berdasarkan data Yahoo Finance nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipatok Rp 14.323 per dolar AS. Nilai rupiah terhadap dolar AS turun 8,5 poin atau setara 0,06 persen.

Berdasarkan hasil riset Samuel Sekuritas rupiah mengalami penguatan tipis dibandingkan akhir pekan. Namun, ada tiga faktor yang membuat rupiah sulit bangkit hari ini. Pertama, ketidakpastian menjelang pertemuan FOMC meeting, penurunan harga-harga komoditas, dan pengumuman pertumbuhan ekspor dan impor Agustus.(yn)

tag: #rupiah anjlok  #rupiah  #dolar  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
HUT RI A NAJIB 2026
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Patrice Sebut Banyak Kader Partai Lain Ingin Gabung Hanura

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 02 Sep 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Patrice Rio Capella mengungkapkan, banyak kader partai lain mulai melirik Hanura. Namun, pihaknya belum mau ...
Berita

SEMMI Jakarta Raya Pertanyakan Dasar Putusan Hakim PA Jakpus, Kasus Apa?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) — Putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor 85/Pdt.G/2025/PA.JP menjadi perhatian publik, khususnya terkait objek harta yang disebut berstatus Sertifikat Hak Milik ...