Berita
Oleh Ilyas pada hari Kamis, 17 Sep 2015 - 23:28:42 WIB
Bagikan Berita ini :

Kabut Asap Harus Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional

11270839_620.jpg
kabut asap (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Bencana kabut asap yang terjadi di beberapa provinsi sudah masuk dalam kategori bencana nasional.

"Bencana kabut asap bukan lagi sebagai darurat asap. Tapi adalah sudah menjadi bencana nasional," kata anggota DPR RI, Muhammad Toha dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis (17/9/2015).

Ia menyebutkan, dijadikannya kabut asap sebagai bencana nasional karena sudah merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat, termasuk mengganggu transportasi laut dan darat.

"Kabut asap tersebut membuat gagalnya perjalanan baik lewat darat maupun udara sehingga berdampak pada mandegnya mobilitas orang dan barang yang pada gilirannya kegiatan ekonomi dan sosial terganggu," jelasnya.

Ditambahkannya, kabut asap itu juga berdampak buruk pada kesehatan, salah satunya adalah menimbulkan penyakit ISPA yang diderita banyak anak.

"Kabut ini terjadi karena tindakan pidana dari banyak orang yang bertujuan ekonomi," demikian Toha. (iy/an)

tag: #kabut asap  #bencana  #bencana nasional  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
HUT RI A NAJIB 2026
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Patrice Sebut Banyak Kader Partai Lain Ingin Gabung Hanura

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 02 Sep 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Patrice Rio Capella mengungkapkan, banyak kader partai lain mulai melirik Hanura. Namun, pihaknya belum mau ...
Berita

SEMMI Jakarta Raya Pertanyakan Dasar Putusan Hakim PA Jakpus, Kasus Apa?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) — Putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor 85/Pdt.G/2025/PA.JP menjadi perhatian publik, khususnya terkait objek harta yang disebut berstatus Sertifikat Hak Milik ...