Berita
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Kamis, 12 Nov 2015 - 13:28:44 WIB
Bagikan Berita ini :
Rawan Dipecah Belah Asing

Sejak Awal, Dosen UI Ini Terang-terangan Menolak Pilkada Langsung

52images (26).jpg
Chusnul Mariyah (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Dosen Ilmu Politik UI, Chusnul Mariyah mengatakan sejak awal menolak Pilkada langsung untuk kabupaten/kota. Alasannya karena pilkada langsung akan mempermudah asing untuk memecah-belah negara, mengingat maraknya money politics dan tidak adanya batasan dana kampanye.

“Terbukti pemilu kita lebih liberal dari Negara yang liberal Amerika Serikat. Uang di mana-mana tidak terbatas, sehingga petahana pasti diuntungkan,” kata dia di Jakarta, Kamis (12/11/2015)..

Seandainya, lanjut dia, kalau bupati, wali kota dan kepala desanya cerdas, dana itu bisa dimanfaatkan untuk program pembangunan di desa, pemberdayaan masyarakat, pendidikan dan kesehatan sebagai program prioritas.

“Hanya saja ada yang tidak prioritas. Inilah yang bisa dimanfaatkan di mana penggunaannya cukup mendapat persetujuan bupati/wali kota,” ujarnya.

Diakui, pemilu sebelumnya saja terbilang berat, karena bisa menghabiskan anggaran sekitar Rp 28,4 triliun.

Bahkan kata dia, tradisi buruk tersebut juga sudah terjadi di Pilkades, di mana untuk menjadi Kades ada yang menghabiskan Rp 10 M.

"Perlu aturan pembatasan dana kampanye (spanding limit) agar semua mempunyai kesempatan dan pelugang yang sama. Toh, amanat konstitusi itu pemilu adalah untuk mencerdaskan, mensejahterakan dan membahagiakan rakyat. Nah, dana desa itu untuk ini,” pungkasnya. (iy)

tag: #perubahan-iklim  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...