Berita
Oleh Mandra Pradipta pada hari Jumat, 24 Okt 2014 - 14:42:55 WIB
Bagikan Berita ini :

Rieke Bilang KIH Juga Ingin Segera Bekerja

53Rieke Diah Pitaloka 006.jpg
Rieke Dyah Pitaloka (Sumber foto : Teropong Senayan/Eko S Hilman)

JAKARTA--Tak ada keinginan Koalisi Indonesi Hebat (KIH) menghambat kerja DPR. Menurut politisi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka, pihaknya juga ingin segera bekerja secepatnya guna memutarkan roda parlemen.

Rieke Diah Pitaloka, Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan mengatakan bahwa KIH bukan ingin memperlambat kerja DPR terkait Alat Kelengkapan Dewan. Dirinya menilai kalau hingga kini kata musyawarah mufakat yang diinginkan belum tercapai.

"Sampai saat ini kata musyawarah mufakat belum tercapai. Jadi jangan memaksakan kehendak untuk kepentingan masing-masing, disini kita bekerja banyak partai," kata Rieke kepada TeropongSenayan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (24/10/14).

Rieke juga menjelaskan kalau saat ini lobi-lobi terkait AKD sedang diusahakan ke Koalisi Merah Putih (KMP). "Ya ingin secepatnya masalah ini bisa selesai. Kita ingin juga bekerja, tetapi lihat saja nanti lobinya seperti apa," pungkasnya.(ris)

tag: #anggota dpr fraksi PDIP  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
HUT RI A NAJIB 2026
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Patrice Sebut Banyak Kader Partai Lain Ingin Gabung Hanura

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 02 Sep 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Patrice Rio Capella mengungkapkan, banyak kader partai lain mulai melirik Hanura. Namun, pihaknya belum mau ...
Berita

SEMMI Jakarta Raya Pertanyakan Dasar Putusan Hakim PA Jakpus, Kasus Apa?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) — Putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor 85/Pdt.G/2025/PA.JP menjadi perhatian publik, khususnya terkait objek harta yang disebut berstatus Sertifikat Hak Milik ...