Bisnis
Oleh Ahmad Hatim Benarfa pada hari Kamis, 06 Nov 2014 - 22:05:20 WIB
Bagikan Berita ini :
Kirimkan Blangko KHKPN

KPK Buru Kekayaan Anggota DPR

63KPK-semangat.jpg
Memburu Koruptor (Sumber foto : dok-KPK/TeropongSenayan)

Kirimkan Blangko LHKPN
KPK Buru Kekayaan Anggota DPR

JAKARTA- Mumpung belum aktif menjalankan fungsinya, KPK mengirimkan blangko Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada seluruh anggota DPR di Senayan. Kewajiban mengisi blangko LHKPN itu merupakan perintah dari Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999.Dan, anggota DPR termasuk dalam kategori sebagai penyelenggara negara.
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyatakan kemungkinan seluruh anggota DPR belum menyetorkan surat LHKPN. Pasalnya, pihaknya baru menerima surat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang permohonan untuk menyetorkan LHKPN.
"Baru diterima beberapa hari yang lalu. Kita sedang menyusun. Baru disusun ini," Kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (06-11-2014).

Sebagai pimpinan DPR, Fadli sendiri mengaku juga belum menyetorkan LHKPN-nya. Dia memastikan keharusan bagi dirinya untuk melakukan pelaporan setelah selesai mempelajari petunjuk tekhnisnya. "Ini baru menyusun karena baru mempelajari. Karena cukup banyak, itu saya lihat ada 53 halaman. Karena saya baru terima 3 hari yang lalu. Laporan di situ sangat detil butuh waktu untuk menyusunnya," Ungkapnya.(b)

tag: #Blangko LHKPN  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...