Bisnis
Oleh Bara Ilyasa pada hari Senin, 22 Des 2014 - 11:37:52 WIB
Bagikan Berita ini :

Banyak Produk Dalam Negeri Tak Berstandar Nasional

66Rachmat Gobel (eko).jpg
Rachmat Gobel (Sumber foto : Eko S Hilman/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menilai bahwa banyak produk dalam negeri yang beredar tidak memenuhi standar nasional. Namun, produk primer dan manufaktur dalam negeri dapat bersaing dengan sejumlah produk impor.

"Produk-produk hortikultura pangan yang selama ini kita ekspor harus terjadi nilai tambah," ujar Rachmat, Senin (22/12/2014) di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta saat menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelengara Negara (LHKPN).

Untuk itu dirinya meminta sejumlah produk dalam negeri untuk lebih ditingkatkan kualitasnya baik dari segi keselamatan dan kesehatan terlebih dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2015 mendatang.

Guna meningkatkan kualitas produk dalam negeri, bos perusahaan PanasonicGobel Groupitu berjanji akan mendirikan laboratorium uji kelayakan agar tidak merugikan konsumen.

"Untuk itu kami memperkuat laboratorium uji kelayakan mutu dari produk-produk impor untuk ke depan. (Laboratorium) Itu juga untuk (uji kelayakan) industri dalam negeri," pungkasnya.(yn)

tag: #Mendag  #Rachmat Gobel  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Gelar JMRC, BSMR Ingatkan Industri Jasa Keuangan Nasional Hadapi Ketidakpastian Kompleks

Oleh Robby Akbar
pada hari Senin, 10 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Dinamika lanskap perekonian global dan nasional 2026 ini, sektor jasa keuangan menghadapi ketidakpastian yang kompleks. Mulai eskalasi geopolitik, akselerasi transformasi ...
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...