Berita
Oleh M.Anwar pada hari Rabu, 14 Des 2016 - 08:21:03 WIB
Bagikan Berita ini :

Jalani Uji Kelayakan, DPR Akui Kompetensi Calon Dubes

83TBHasanudin.jpg
Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Komisi I DPR mengapresiasi kualitas calon duta besar Indonesia untuk negara-negara sahabat, yang menjalani uji kelayakan dan kepatutan, kata Wakil Ketua Komisi I DPR TB. Hasanuddin.

"Saya melihat kelima calon dubes cukup siap menjalani tugasnya namun uji kelayakan dan kepatutan ini belum selesai," kata Wakil Ketua Komisi I DPR TB. Hasanuddin di Gedung Nusantara II, Jakarta, Selasa (13/12/2016).

Dia menjelaskan uji kelayakan 23 calon dubes itu akan berlangsung dua hari yaitu pada Selasa-Rabu (13-14 Desember) mulai pagi hingga malam hari.

Menurut dia setelah uji kelayakan dilakukan maka Komisi I DPR memberikan pertimbangan dan pendapat secara keseluruhan terkait kualitas calon dubes.

"Pagi hingga sore ada lima calon yang diuji kelayakan lalu dilanjutkan malam hari dan besok (Rabu, 14/12) dilanjutkan kembali. Besok (14/12) malam baru bisa didiskusikan terkait keputusan Presiden menempatkan calon dubes di negara tujuan," ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan uji kelayakan tersebut bebas dari konflik kepentingan, terkait ada anggota Komisi I DPR yang diajukan Presiden menjadi calon dubes yaitu Tantowi Yahya.

Dia mengatakan Komisi I DPR akan memberikan pertanyaan yang sama kepada semua calon dubes, yaitu tanpa kepentingan apapun karena ingin melihat kemampuan calon menjadi dubes di negara yang ditunjuk.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PPP, Saifulah Tamliha mengatakan kesimpulan sementara para calon dubes memiliki kompetensi dan penempatannya di negara-negara sahabat sudah tepat.

Dia mencontohkan calon dubes Indonesia untuk Yordania diisi oleh diplomat karir dan senior di lingkungan Kementerian Luar Negeri, langkah itu tepat dengan pertimbangan kondisi geopolitik negara tersebut.

"Kita terkendala kalau ada turis yang ingin ke Masjidil Aqsa, biasanya harus menggunakan visa Israel dan prosesnya bisa 35 hari. Seorang bisa dapat visa kalau sudah di Yordania sehingga dibutuhkan diplomat yang paham kondisi tersebut," katanya.

Dia mengatakan calon dubes harus mengenal wilayah yang akan ditempati dan kuasai diplomasi di wilayah tersebut di bidang politik, budaya dan sosial.

Menurut dia dari 23 nama calon dubes itu, 15 orang merupakan diplomat karir dan delapan dari kalangan politisi serta orang yang dianggap mampu. (plt/ant)

tag: #duta-besar  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI 2025 AHMAD NAJIB Q
advertisement
DOMPET DHUAFA RAMADHAN PALESTIN
advertisement
IDUL FITRI 2025 WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2025 HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2025 HERMAN KHAERON
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Lebaran 1446 Hijriah, OSO Ingatkan Pentingnya Menjaga Silaturahmi Sesama Manusia

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 31 Mar 2025
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta (OSO) mengingatkan, pentingnya menjaga silaturahmi sesama umat manusia. Dia berharap, hari raya Idul Fitri 2025 dapat menjadi momen ...
Berita

Gandeng Pelindo dan Bulog Lewat Posko Mudik BUMN di Pelabuhan Parepare

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berkolaborasi dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mendirikan Posko Mudik Bareng ...