Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 20 Des 2016 - 12:52:35 WIB
Bagikan Berita ini :

Pembunuh Dubes Rusia Sempat Teriak "Jangan Lupakan Aleppo"

83ilustrasipenembakan.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pembunuh Duta Besar Rusia untuk Turki Andrey Karlov diidentifikasi sebagai agen polisi berusia 22 tahun bernama Mevlut Mert Altintas. Saat melakukan aksinya, dia sempat berteriak "Jangan lupa Aleppo! Jangan lupa Suriah!" sebelum menembak mati Karlov yang berada tepat di depannya.

Altintas sendiri tewas dilumpuhkan pasukan khusus Turki.

Altintas terekam menembak mati sang dubes Rusia dari belakang dengan pistol semiotomatisnya ketika korbannya sedang meresmikan pameran foto.

Para pejabat Turki berkilah Altintas saat itu tidak sedang bertugas.

Setelah menembak dubes didahului teriakan dalam Bahasa Turki "jangan lupakan Aleppo", Altintas juga mengancam para wartawan yang sedang mengabadikan peristiwa itu.

"Mundur! Mundur! Hanya kematian yang bisa mengeluarkan saya dari sini. Siapa pun yang punya peran dalam penindasan (di Suriah) akan mati satu per satu," kata Altintas.

Ketika situasi semakin kacau, Altintas berteriak 'Allahu Akbar'.

Kementerian dalam negeri Turki sendiri sudah membenarkan si penembak adalah polisi yang bekerja pada unit polisi anti huru-hara di Ankara dalam dua setengah tahun terakhir.

Mevlut Mert Altintas kelahiran 1994. Ayahnya, Esrafil, ibunyar Hamidiye, dan adik perempuannya, Seher Ozeroglu, yang bekerja di sebuah butik pakaian, ditangkap di kota Soke, Provinsi Aydin.

Semasa muda Altintas aktif dalam partai AKP yang merupakan asal Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan kemudian kemungkinan punya kaitan dengan Front Nusra yang menjadi salah satu penentang Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Seorang saksi menceritakan bahwa Altintas berpakaian sangat rapi dengan jas hitam dan dasi serta berdiri tepat di belakang dubes Rusia itu ketika sang dubes berbicara.

"Dia mencabut senjatanya dan menembak duta besar dari belakang. Kami menyaksikan dia tumbang di lantai dan kemudian kami berlarian," kata saksi mata itu dalam laman Daily Mail.

Wali Kota Ankara Melih Gokcek memperkirakan penggunaan slogan Islam oleh si penembak kemungkinan adalah untuk mengambinghitamkan siapa yang bertanggung jawab atas serangan ini. Dia bahkan menilai si penembak memiliki kaitan dengan kelompok Fethullah Gulen yang dituding berada di balik kudeta gagal 15 Juli silam. (plt/ant)

tag: #konflik-aleppo  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...