Berita
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Jumat, 21 Jul 2017 - 06:25:56 WIB
Bagikan Berita ini :

Rapat Paripurna Seperti Pertandingan Sepakbola

91(DPR).jpg
DPR (Sumber foto : Dokumen Teropongsenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Layaknya pertandingan sepakbola, suasana penentuan Rancangan Undang-Undang Pemilu sempat memanas di rapat paripurna DPR. Namun, kejadian itu terjadi sebelum rapat paripurna di mulai.

Pantauan TeropongSenayan, pemicunya akibat sejumlah fraksi yang mendukung opsi paket A dan B, saling meneriakan iyel-iyel mars partai. Jadi tidak heran hal itu membuat sejumlah awak media masuk ke dalam.

Tak berselang lama memanas, Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDI-Perjuangan Arteria Dahlan meminta penjaga keamanan dalam (Pamdal) DPR untuk menghentikan sejumlah staf dan tenaga ahli beberapa fraksi, yang memang berada di balkon atas ruang rapat paripurna.

"Ini apa-apaan, ini urusan tata negara kok seperti ini. Pamdal, kamu urusi itu," kata Arteria di ruang rapat paripurna DPR, Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Diketahui, ada enam Fraksi yang setuju dengan paket A yaitu, PDIP, PKB, Nasdem, Hanura, PPP, Golkar. Sedangkan PKS, Gerindra, Demokrat, sepakat untuk memilih opsi paket B. Dan untuk PAN sendiri hingga sampai saat ini belum menentukan sikap.

Berikut opsi Paket A dan B:

Paket A
1. Presidential threshold: 20-25 persen
2. Parliamentary threshold: 4 persen
3. Sistem Pemilu: terbuka
4. Dapil magnitude DPR: 3-10
5. Metode konversi suara: sainte lague murni

Paket B
1. Presidential threshold: 0 persen
2. Parliamentary threshold: 4 persen
3. Sistem Pemilu: terbuka
4. Dapil magnitude DPR: 3-10
5. Metode konversi suara: kuota hare
(icl)

tag: #dpr  #ruu-pemilu  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR RI Tegaskan PP TUNAS sebagai Langkah Strategis Mewujudkan Ruang Digital Anak yang Aman dan Sehat

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 23 Jul 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia bekerja sama dengan Komisi I DPR RI kembali menggelar ...
Berita

Nurul Arifin: Penguatan Ideologi Pancasila Menjadi Kunci Menjaga Persatuan Bangsa di Era Digital

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI kembali menggelar Webinar Literasi ...