Berita
Oleh M Anwar pada hari Rabu, 01 Nov 2017 - 09:45:45 WIB
Bagikan Berita ini :

Anies Kantongi Data Pekerja Asing dari China, Thailand Sampai Uzbek di Alexis

6330102017_alexis_20171030_165441.jpg
Hotel Alexis (Sumber foto : Dok Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut selama ini Alexis Grup mempekerjakan 104 tenaga asing.

"Kami ada catatannya, ini misalnya dari China 36 orang, Thailand 57 orang, Uzbekistan 5 orang, Kazakhstan 2 orang, kami ada catatanya," kata Anies di Balaikota, Selasa (31/10) malam.

Dari data yang dimiliki Pemprov, Anies melanjutkan bahwa ijin para Tenaga Kerja Asing tersebut telah habis per tanggal 31 Oktober 2017.

"Kalau izinnya sudah habis, kemudian masih bekerja maka mereka menjadi tenaga kerja ilegal. Itu urusannya sama Kementerian Ketenagakerjaan," sambungnya.

Sebagai tempat favorit melepas penat, Hotel Alexis mempunyai jam-jam tertentu yang menjadi waktu favorit bagi para pelanggan untuk singgah termasauk para pengusaha dan bule asing yang singgah. Kebanyakan berasal dariSingapura, Hongkong, Taiwan dan beberapa dari negara Eropa.

"Kebanyakan mereka ke sini untuk urusan bisnis. Nah, Alexis dijadikan lokasi untuk melepas lelah dan mencari hiburan," kata seorang staff hotel yang enggan disebut namanya tersebut di Hotel Alexis, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (31/10/2017). (aim)

tag: #aniessandi  #janji-tutup-alexis  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Pengamat: Dirjen Bea Cukai Harus Diganti

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 16 Mar 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Desakan perombakan di Ditjen Bea Cukai mengemuka dari para pengamat menyusul Operasi Tangkap Tangan KPK terhadap oknum Bea Cukai di Jakarta dan Lampung dan barang bukti ...
Berita

LBH Ansor Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) –Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor mengecam keras peristiwa kekerasan berupa penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak ...