Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Senin, 21 Mei 2018 - 22:53:29 WIB
Bagikan Berita ini :

Mahyudin: Ada yang Menjadikan Tontonan Jadi Tuntunan

42IMG-20180521-WA0026.jpg.jpg
Mahyudin (Sumber foto : Humas MPR RI)

PENAJAM PASER UTARA (TEROPONGSENAYAN)--"Krisis kepercayaan rakyat kepada pemimpin merupakan salah satu tantangan kebangsaan," ujar Wakil Ketua MPR Mahyudin di hadapan ratusan warga Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (21/5/2018).

Dipaparkan banyak kepala daerah, aparat penegak hukum bahkan ketua lembaga negara ditangkap KPK. Mereka sebagai pejabat negara dan melayani publik seharusnya menjadi negarawan namun sangat disayangkan menjadi contoh yang tidak baik bagi masyarakat karena melakukan tindak korupsi. "Seharusnya mereka menjadi teladan bagi masyarakat," tegasnya.

Untuk itu dirinya mengharap agar korupsi disudahi agar masyarakat tidak hilang kepercayaan pada pemimpin. Dirinya mengkhawatirkan soal kepemimpinan sebab kadang masyarakat menjadikan tontonan jadi tuntunan. "Seharusnya masyarakat diberi teladan dari para pemimpin," ujarnya.

Dalam Sosialisasi Empat Pilar, lebih lanjut Mahyudin mengatakan penyebab lunturnya nilai-nilai luhur di masyarakat juga disebabkan dampak globalisasi. "Globalisasi juga merupakan salah satu tantangan kebangsaan," ungkapnya. Ciri dari globalisasi dikatakan mengubah sifat gotong royong menjadi individualistik. "Di antara kita ada yang tidak peduli pada yang lain," ujar pria asal Kalimantan Timur itu.

Tantangan-tantangan kebangsaan yang ada menurut Mahyudin dijawab oleh MPR dengan Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

MPR melakukan sosialisasi untuk menyegarkan dan mengingatkan kembali nilai-nilai luhur bangsa. Bila bangsa ini menjadikan nilai-nilai luhur menjadi bagian dari keseharian maka bangsa ini akan dihormati oleh bangsa lain. Mahyudin menyebut nama Soekarno banyak dijadikan nama jalan di Afrika. "Setelah Soekarno melakukan KAA di Bandung tahun 1955 banyak negara Afrika merdeka," ujarnya. "Karena Soekarno menjalankan amanat konstitusi maka ia dihormati oleh negara-negara di Afrika dan Asia," paparnya.

Dari sinilah MPR melakukan sosialisasi. "Kita keliling Indonesia untuk sosialisasi," tegas mantan Bupati Kutai Timur itu. "Tugas kita untuk saling mengingatkan," tambahnya.(yn)

tag: #mpr  #mahyudin  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...