Bisnis
Oleh Sahlan Ake pada hari Selasa, 14 Apr 2015 - 14:47:01 WIB
Bagikan Berita ini :

Komisi IX Minta Menteri Tenaga Kerja Kurangi Premi Asuransi TKI

5Menaker_Komisi IX.jpg
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR (Sumber foto : teropongsenayan.com)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Komisi IX DPR mempertayakan dana asuransi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri. Menteri Tenaga Kerja pun diminta mengurangi premi asuransi yang harus dibayar oleh TKI.

"Angkanya (premi) yang saya dengar mencapai Rp400-Rp600 ribu per TKI, sehingga rasanya itu terlalu mahal. Saya minta kepada Menteri Tenaga Kerja untuk memotong dan dirinci agar keluar angka yang logis," kata Ketua Komisi IX DPR RI Dede Jusuf kepada TeropongSenayan di Komplek Parlemen Jakarta, Selasa (14/4/2015).

Dede juga meminta dana asuransi TKI yang selama ini dipungut agar diaudit. Sebab, bagaimana pun pungutan dana itu membebankan TKI.

"Jadi dana apapun yang membebankan rakyat (TKI) itu perlu di audit. Besarannya berapa dan lari ke mana? Dan yang paling utama adalah (dana asuransi) memberikan perlindungan, bukan memberikan beban, karena banyak TKI kita di sana yang gajinya habis hanya untuk potong-potongan," katanya.

Kendati demikian Dede belum menyelidiki sejauh mana dana aliran TKI tersebut. Tetapi asuransi TKI saat ini dobel, ada yang dalam negeri ada juga yang luar negeri. Asuransi di dalam negeri memang harus menggunakan perusahaan asuransi dalam negeri. Begitu juga asuransi di luar negeri yang harus menggunakan perusahaan asuransi setempat.

Anggota Fraksi Demokrat ini meminta agar asuransi yang di dalam negeri bisa melakukan kerja sama dengan asuransi luar negeri, sehingga tidak dobel.

"Harus dilakukan kerja sama, agar para TKI kita tidak terlalu banyak bayar asuransi dan tidak dobel lagi," ujarnya. (al)

tag: #asuransi TKI  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...