Bisnis
Oleh Mandra Pradipta pada hari Selasa, 12 Mar 2019 - 18:12:44 WIB
Bagikan Berita ini :

Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Wewenang, Nasir Djamil Dorong Pembentukan Dewan Etik KY

tscom_news_photo_1552389164.jpg
Kantor Komisi Yudisial (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Nasir Djamil menegaskan, bahwa marwah KomisiYudisial (KY) harus dijaga.

Hal ini disampaikan Nasir, menanggapiadanya dugaan pelanggaran yang dilakukandua pimpinan Komisi Yudisial (KY), yaitu Aidul Fitriaciada Azhari dan Sumartoyo terkaitpenyalahgunaan wewenang dan konflik kepentingan di internal KY. Menurut dia, iniharus ditelusuri.

Nasir pun mendesak pembentukan Dewan Etik untuk mengetahui duduk masalah yang dilaporkan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Peradilan, yangmenyatakan adanya dugaan pelanggaran etik oleh Sumartoyo dan Aidul Fitriciada Azhari.

"Bagaimanapun integritas serta imparsialitas KY merupakan faktor determinan keberhasilan KY dalam mewujudkan peradilan yang bermartabat dan berintegritas," kata Nasir di Jakarta, Selasa (12/3/2019).

"Untuk itu, KY perlu segera membentuk majelis etik untuk membuktikan kebenaran atas berbagai dugaan tersebut," tambahnya.

Lebih jauh, Nasir mengatakan pihaknya sangat fokus terhadap efektivitas kinerja KY, yang merupakan ujung tombak pengawasan eksternal terhadap upaya pengawasan institusi peradilan.

"Jangan sampai ulah sebagian orang akan merusak kinerja KY dalam mengawal proses independensi institusi peradilan di Indonesia," jelas Nasir. (Alf)

tag: #komisi-yudisial  #komisi-iii  #dpr  #nasirdjamil  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...