Bisnis
Oleh pamudji pada hari Senin, 12 Agu 2019 - 19:08:36 WIB
Bagikan Berita ini :

Tax Amnesty II Konyol, Rizal Ramli Beri Solusi Ini

tscom_news_photo_1565611716.jpeg
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyatakan, tax amnesty atau pengampunan pajak II merupakan ide konyol. Dia justru menyarankan pemerintah mengejar para wajib pajak kelas kakap guna meningkatkan rasio penerimaan pajak.

Rizal mengacu kepada tax amnesty I, yang dinilainya gagal. Rasio pajak tak meningkat signifikan walau pemerintah sudah melaksanakan program pengampunan pajak. Sebagai gambaran, pada 2016 lalu rasio pajak hanya sebesar 8,91 persen, 2017 sebesar 8,47 persen, dan tahun lalu sebesar 8,85 persen.

Angka itu sejalan dengan rasio perpajakan atau rasio pajak dicampur bea cukai. Rinciannya, rasio perpajakan pada 2016 sebesar 10,36 persen, 2017 sebesar 9,89 persen, dan 2018 sebesar 10,24 persen.

"Kalau ada tax amnesty seharusnya angka rasio pajaknya besar tapi kok malah seperti ini. Ini malah ide ada lagi, konyol, (tax amnesty) yang pertama saja gagal total," ucap Rizal, di Jakarta, Senin (12/8/2019).

Rizal membandingkan dengan sembilan tahun lalu, dimana rasio perpajakan mencapai angka 12 persen. Seharusnya, kata Rizal, program tax amnesty bisa mendongkrak jumlah penerimaan pajak.

Melihat fakta ini, Rizal menyarankan agar pemerintah tak mengkaji lebih lanjut terkait penerapan Tax Amnesty Jilid II. Dia berpendapat lebih baik pemerintah fokus mengejar pajak dari masyarakat kelas menengah atas.

"Itu kan hanya menguntungkan sebagian pihak, ada cara lain kok meningkatkan penerimaan pajak. Uber dong yang besar-besar," kata Rizal.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sinyal akan kembali memberlakukan Tax Amnesty pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode kedua. Hal ini diakui sudah masuk dalam kajian paket reformasi pajak yang segera diserahkan ke Jokowi.(plt)

tag: #tax-amnesty  #rizal-ramli  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Gelar JMRC, BSMR Ingatkan Industri Jasa Keuangan Nasional Hadapi Ketidakpastian Kompleks

Oleh Robby Akbar
pada hari Senin, 10 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Dinamika lanskap perekonian global dan nasional 2026 ini, sektor jasa keuangan menghadapi ketidakpastian yang kompleks. Mulai eskalasi geopolitik, akselerasi transformasi ...
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...