Bisnis
Oleh Aries Kelana pada hari Sabtu, 28 Mar 2020 - 14:51:32 WIB
Bagikan Berita ini :

Malaysia Luncurkan Paket Stimulus Senilai Rp870 Triliun Untuk Atasi Dampak Ekonomi COVID-19

tscom_news_photo_1585381892.jpg
Muhyiddin Yassin (Sumber foto : istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Jumlah orang yang terdampak COVID-19 cukup banyak. Tidak sedikit orang yang kehilangan pendapatan gara-gara kantornya tutup atau jualannya tidak laku. Ini membawa risiko terhadap terhadap kelangsungan hidup rakyatnya.

Untuk itu, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan bahwa pemerintahnya meluncurkan paket stimulus ekonomi sebesar RSM250 miliar atau setara dengan Rp870 triliun.

Paket stimulus itu, antara lain, berupa penyediaan layanan kesehatan, bantuan langsung tunai, dan skema kredit mikro untuk usaha kecil dan menengah (UKM).

Menurut keterangan Muhyiddin Yassin yang disiarkan langsung oleh televisi setempat, dari total jumlah duit yang dikucurkan, RM128 miliar akan diberikan untuk kesejahteraan masyarakat, RM100 miliar akan digunakan untuk mendukung bisnis.

Kemudian, sebesar RM2 miliar akan digunakan untuk memperkuat ekonomi negara. Sisanya paket stimulus ekonomi RM20 miliar yang diumumkan mantan PM Mahathir Muhammad 27 Februari silam.

"Negara tengah berperang dengan pasukan tak kasat mata. Situasi yang kami hadapi saat ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah,” ujar Muhyiddin.

Sementara itu, pemerintahannya bukan pemerintah dipilih melalui pemilihan umum, melainkan oleh penunjukan raja Malaysia setelah negeri jiran itu dilanda krisis politik selama sepekan.

“Tetapi saya ingin Anda semua tahu bahwa pemerintah ini peduli terhadap Anda," tutur Muhyiddin.

"Apakah Anda seorang sopir taksi, pengemudi Grab, petani, pemilik restoran, penjual nasi lemak, penjual pisang goreng ... pemerintah akan mencoba yang terbaik untuk memastikan bahwa Anda semua akan mendapat manfaat," kata Muhyiddin dalam situs channelnewsasia.com (28/3/2020).

Sebelumnya pemerintah Kualalumpur telah menetapkan lockdown yang berdampak pada banyak warga masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Langkah yang semula berakhir pada akhir Maret ini diperpanjang 2 pekan lagi, hingga 14 April. Jika COVID tak surut ada kemungkinan akan kembali diperpanjang kebijakan lockdown.

Hingga kini penderita COVID-19 sudah mencapai 2.161 orang dengan 26 orang meninggal dunia. Jumlahnya diperkirakan terus bertambah. Beberapa negara tetangga juga mencatat penambahan kasus, seperti Thailand, Singapura dan Indonesia.

tag: #malaysia  #stimulus-ekonomi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Gelar JMRC, BSMR Ingatkan Industri Jasa Keuangan Nasional Hadapi Ketidakpastian Kompleks

Oleh Robby Akbar
pada hari Senin, 10 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Dinamika lanskap perekonian global dan nasional 2026 ini, sektor jasa keuangan menghadapi ketidakpastian yang kompleks. Mulai eskalasi geopolitik, akselerasi transformasi ...
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...