Bisnis
Oleh Aries Kelana pada hari Selasa, 28 Apr 2020 - 23:04:14 WIB
Bagikan Berita ini :

Perusahaan Busana Esprit Tutup Tokonya di 56 cabang di Asia Akibat COVID-19

tscom_news_photo_1588089854.jpg
Toko Esprit (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Esprit adalah nama busana yang terkenal dan terpampang di sejumlah mal terkenal di Indonesia. Namun ketenarannya tak sebanding dengan nasibnya. Di tengah pandemi COVID-19, perusahaan itu juga kena imbasnya.

Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Hong Kong ini akan menutup 56 tokonya di Singapura, Malaysia, Taiwan, Hong Kong dan Macau. Penutupan itu akan dilakukan secara bertahap paling lambat selesai pada 30 Juni mendatang.

Di Singapura sendiri, kata channelnewsasia.com (28/4/2020) Esprit akan menutup 11 tokonya. Yaitu di ION Orchard, Paragon, Suntec City, dan Bandara Jewel Changi.

Langkah ini diumumkan ketika Esprit mengalami penurunan pendapatan sebanyak 22,2% pada kuartal pertama. Itu setelag pemerintah melakukan pembatasan sosial guna mencegah penyebaran COVID-19.

"Pandemi dan kuncian telah berdampak buruk dan signifikan terhadap sentimen konsumen, lalu lintas dan kinerja penjualan grup di semua saluran distribusi," kata pernyataan Esprit.

"Setelah penutupan toko yang diusulkan, grup akan melanjutkan bisnis patungannya di Cina serta bisnis grosir dan lisensi di Asia, dan fokus pada pasar intinya di Eropa," tutur Esprit.

tag: #singapura  #covid  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...