Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Kamis, 28 Mei 2015 - 17:10:26 WIB
Bagikan Berita ini :

Pengamat: Anggota DPR Pakai Gelar Doktor Palsu Harus Mundur

58ilustrasi palsu.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Anggota DPR dari Fraksi Hanura Frans Agung Mula Putra diduga menggunakan gelar doktor palsu. Hal ini didasarkan pada tudingan Denty Noviany Sari yang tak lain merupakan mantan stafnya di DPR.

Pengamat Politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio memandang seharusnya anggota DPR yang menggunakan gelar doktor palsu tersebut berhenti dari jabatannya sebagai wakil rakyat.

"Ya mesti berhentilah jadi anggota DPR, ijazah aja palsu. Nanti produknya juga ikutan palsu," kata Hendri pada TeropongSenayan, Kamis (28/5/2015).

Hendri menilai dengan terjadinya peristiwa seperti ini, anggota DPR yang mempuyai gelar doktor akan merasa terusik, karena takut dituduh gelar doktornya palsu.

"Saya rasa anggota dewan yang punya ijazah asli juga pasti terganggu," katanya.

Kejadian seperti ini, kata dia sudah sangat meresahkan masyarat, karena sebagai wakil rakyat yang dipilih oleh rakyat mempuyai gelar yang palsu.

"Saya rasa bukan memalukan tapi menakutkan ada wakil rakyat yang berani bohong demi selembar kertas yang tak punya nilai," tandasnya. (iy)

tag: #doktor palsu  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...