Bisnis
Oleh Rihad pada hari Selasa, 07 Jul 2020 - 19:24:31 WIB
Bagikan Berita ini :

Tol Trans-Sumatera Butuh Tambahan Rp 387 Triliun, Dari Mana Uang Mau Dicari?

tscom_news_photo_1594124671.jpg
Trans Sumatera (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Kebutuhan untuk pembangunan Tol Trans-Sumatera masih sekitar Rp 387 triliun. Demikian dikatakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 7 Juli 2020.

Anggaran untuk seluruh ruas Tol Trans-Sumatera adalah Rp500 triliun. Dana yang sudah tersedia, antara lain dari pinjaman perbankan sebesar Rp72,2 triliun, dukungan pemerintah Rp21,6 triliun dan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp19,6 triliun. Sehingga total kebutuhan pendanaan yang belum terpenuhi adalah Rp 387 triliun.

Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani agar mencari opsi terbaik untuk pendanaan tol sepanjang 2.878 kilometer itu.

Selain penerbitan obligasi, opsi lainnya adalah memanfaatkan Sovereign Wealth Fund (SWF). Inisiasi SWF pernah dibahas oleh pemerintah sejak awal 2020 lalu. SWF biasanya berperan mengelola dana publik dan menginvestasikannya ke bentuk aset lain.

Basuki mengatakan permasalahan yang menghambat progres Tol Trans-Sumatera hanya pendanaan. Sedangkan untuk masalah pembebasan lahan, kata Basuki, sudah rampung.

tag: #jalan-tol  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...