Berita
Oleh Bachtiar pada hari Rabu, 30 Sep 2020 - 20:10:22 WIB
Bagikan Berita ini :

Politikus Golkar Ini Kutuk Aksi Vandalisme di Musholla Darussalam Tangerang

tscom_news_photo_1601471422.jpg
Azis Syamsuddin Politikus Golkar (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengutuk keras peristiwa Vandalisme yang terjadi di Mushola Darussalam di wilayah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Azis Syamsuddin meminta aparat kepolisian untuk dapat membuka motif aksi tidak terpuji tersebut.

"Aksi tersebut mencederai umat muslim, namun masyarakat jangan sampai terprovokasi, terlebih rumah tersangka masih di wilayah sekitar. Mari kita tunggu informasi resmi dari aparat kepolisian mengenai peristiwa tersebut" kata Azis Syamsuddin di Jakarta (30/9/2020).

Politikus Golkar itu meminta aparat kepolisian untuk tidak cepat mengambil kesimpulan seperti kasus penusukan syekh Ali Jaber yang terjadi beberapa waktu lalu di Lampung, yang menyatakan gangguan jiwa.

"Polisi harus melakukan penyelidikan secara utuh, apakah tersangka terpapar radikalisme atau murni dari niat pelaku" ujarnya.

Mantan Ketua Komisi III itu mengharapkan agar peristiwa ini tidak terulang kembali di kemudian hari. Mengingat pelaksanaan pilkada serentak akan segera dibhelat dalam waktu dekat ini.

"Jangan sampai ada isu SARA dalam pelaksanaan Pilkada Serentak, yang dapat memecah belah bangsa," tutupnya.

tag: #vandalisme  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Hardjuno Wiwoho: Jangan Pertaruhkan Kedaulatan Negara demi Kepentingan Sesaat

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 30 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Pengamat Hukum dan Pembangunan, Hardjuno Wiwoho, mengingatkan pemerintah agar tidak mempertaruhkan kedaulatan negara demi kepentingan sesaat, khususnya melalui kebijakan ...
Berita

AO PNM Mekaar Tekadkan Cita-Cita Mulia Sejak Usia Belia

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Setiap pukul tiga dini hari, ketika sebagian besar anak seusianya masih terlelap, Jeni Adilasari sudah terbiasa terjaga. Di sebuah rumah sederhana di Bojonegoro, sejak ...