Berita
Oleh Bara Ilyasa pada hari Kamis, 04 Jun 2015 - 13:12:10 WIB
Bagikan Berita ini :

Pemerintah Pusat Dapatkan Opini Wajar Dengan Pengecualian

9184658508980-ketua-bpk-ri-harry-azhar-az.jpg
Ketua BPK RI Harry Azhar Azis (Sumber foto : ISTIMEWA)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) menyampaikan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2014 Kepada DPR RI.

Ketua BPK RI Harry Azhar Azis mengatakan dalam laporannya LKPP tahun 2014 BPK memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian (qualified opinion).

"Kualitas LKKL tahun 2014 mengalami penurunan dari tahun 2013 dari Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke Wajar Dengan Pengecualian (WDP)," ujar Harry Azhar di Sidang Paripurna DPR RI, Jakarta, Kamis (05/6/2015).

Harry menjelaskan LKPP tahun 2014 mendapatkan WDP karena BPK telah menemukan empat permasalahan pada LKPP tahun 2014.

Berikut 4 permasalahan yang ditemukan BPK :

Pertama, pencatatan mutasi Aset Kontraktor Kerja Sama (KKKS) senilai Rp 2, 78 Triliun.

Kedua, permasalahan utang pada pihak ketiga sebesar Rp 1,21 Triliun tidak dapat ditelusuri dan tidak didukung dokumen yang memadai, yaitu pada Kementrian Komunikasi dan Informatika sebesar Rp 1,12 T, Lembaga Penyiaran Publik TVRI sebesar Rp 59,12 Miliar dan BP Batam sebesar Rp 23,33 Miliar.

Ketiga, terdapat permasalahan pada transaksi atau saldo yang membentuk Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp 5,14 triliun.

Keempat, Pemerintah belum memiliki mekanisme pengelolaan dan pelaporan tuntutan hukum sehingga belum jelas unit kerja yang bertanggung jawab untuk melakukan adminstrasi dan validasi atas tuntutan hukum.

tag: #BPK  #Pemerintah  #Laporan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR RI Tegaskan PP TUNAS sebagai Langkah Strategis Mewujudkan Ruang Digital Anak yang Aman dan Sehat

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 23 Jul 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia bekerja sama dengan Komisi I DPR RI kembali menggelar ...
Berita

Nurul Arifin: Penguatan Ideologi Pancasila Menjadi Kunci Menjaga Persatuan Bangsa di Era Digital

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI kembali menggelar Webinar Literasi ...