Bisnis
Oleh Ariful Hakim pada hari Kamis, 04 Feb 2021 - 07:22:58 WIB
Bagikan Berita ini :

Subsidi Dihentikan, American Airlines Bakal Rumahkan 13.000 Karyawannya

tscom_news_photo_1612398178.jpg
Maskapai penerbangan American Airlines (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA(TEROPONGSENAYAN)-- Maskapai penerbangan Amerika Serikat, American Airlines mengatakan bakal mengirimkan pemberitahuan kepada 13.000 karyawannya yang dirumahkan akibat bantuan subsidi pemerintah federal yang tak lagi diberikan mulai bulan depan. Dilansir dari CNBC, Kamis (4/2/2021) maskapai pesawat di Amerika Serikat mendapatkan bantuan subsidi oleh pemerintah untuk operasional mereka yang terganggu akibat pandemi Covid-19. Namun, bantuan tersebut bakal berakhir pada bulan depan dan belum ada pemberitahuan mengenai keberlanjutannya.

Sebelumnya, pesaing American, United Airlines juga sempat bakal mengirimkan peringatan serupa kepada 14.000 staf mereka. Untuk diketahui, bantuan pemerintah yang disepakati oleh kongres setempat senilai 15 miliar dollar AS atau sekitar Rp 210 triliun (kurs Rp 14.000) mengharuskan maskapai penerbangan untuk kembali mempekerjakan karyawan mereka yang dirumahkan dan tetap membayarkan upah hingga 31 Maret 2021.

Bantuan tersebut merupakan yang kedua kalinya diberikan oleh pemerintah kepada industri penerbangan. Sebelumnya, kongres juga telah menyetujui bantuan untuk maskapai penerbangan senilai 25 miliar dollar AS pada maret tahun lalu untuk mencegah mereka melakukan PHK terhadap karyawan.

Secara keseluruhan, maskapai penerbangan di Amerika Serikat mencatatkan kerugian hingga 34 miliar dollar AS pada tahun 2020. Para petinggi perusahaan pun tak yakin pemulihan di industri penerbangan akan terjadi dalam waktu dekat. Pekan lalu, CEO American Airlines Doug Parker bahkan memberi tahu karyawannya, saat ini maskapai masih mengalami kelebihan pegawai bila dibandingkan dengan proyeksi permintaan terhadap layanan penerbangan.

Selain itu, ia juga mengungkapkan kemungkinan perusahaan kembali merumahkan pegawai mereka. "Saya tidak ingin ada orang yang terkejut bila perusahaan mengirimkan peringatan dalam waktu dekat," ujar Parker dalam sebuah town hall bersama karyawan pekan lalu.

Ia pun mengatakan, perusahaan akan bekerja sama dengan serikat pekerja untuk mengurangi perumahan karyawan dengan mengajukan penawaran sukarela. Saat ini, serikat pekerja maskapai AS juga tengah berupaya untuk bisa mendapatkan subsidi sebesar 15 miliar dollar AS dari pemerintah untuk mendukung industri tetap mempertahankan tenaga kerja hingga 30 September mendatang.

tag: #dunia-penerbangan  #phk  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 01 Mei 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...