Bisnis
Oleh Rihad pada hari Kamis, 25 Feb 2021 - 19:55:50 WIB
Bagikan Berita ini :

Indonesia Tidak Gunakan Bitcoin, BI Sedang Rumuskan Mata Uang Digital

tscom_news_photo_1614257750.jpg
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan mata uang kripto atau cryptocurrency seperti Bitcoin bukan alat pembayaran yang sah di Indonesia.

Mata uang kripto seperti Bitcoin terus mengalami peningkatan, bahkan menembus angka Rp741 juta pada Kamis (18/2). “Sejak dari awal kami sudah ingatkan dan tegaskan Bitcoin tidak boleh sebagai alat pembayaran yang sah, demikian juga mata uang lain selain rupiah,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo.

Gubernur BI menjelaskan sesuai dengan Undang-Undang 1945 hanya ada rupiah sebagai mata uang di Indonesia sehingga seluruh alat pembayaran baik berbentuk koin, uang kertas, dan uang digital, harus menggunakan rupiah.

Oleh sebab itu Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan saat ini pihaknya sedang dalam proses merumuskan mata uang digital yang disebut central bank digital currency untuk segera diterbitkan.

Pihaknya terus melakukan kerja sama yang erat dengan bank-bank sentral lainnya dalam rangka mempelajari dan mempersiapkan mata uang digital tersebut.

“Kami kemudian akan edarkan dengan bank dan fintech secara wholesale maupun ritel,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo.

Nilai Bitcoin

CEO Indodax Oscar Darmawan menyatakan kenaikan harga ini terjadi seiring meningkatnya permintaan yang terjadi di pasar global. Bitcoin baru saja diborong oleh Tesla, perusahaan milik Elon Musk yang membeli aset kripto itu senilai Rp21 triliun.

“Bitcoin kembali menembus harga tertinggi. Hanya butuh waktu satu pekan bagi Bitcoin ke Rp741 juta dari Rp650 juta. Kenaikan fantastis Bitcoin terjadi karena tingginya permintaan dari dunia korporasi," katanya di Jakarta, Kamis.

Sebelumnya ada banyak korporasi yang telah membeli Bitcoin, seperti Tudor Investment Corp, JP Morgan, dan lain-lain, lanjutnya, kemudian ada Microstrategy Inc yang membeli Bitcoin secara bertahap dan terbaru, Microstrategy mengumumkan akan membeli Bitcoin senilai 600 juta dolar AS.Ke depan masih ada beberapa perusahaan lagi yang akan membeli Bitcoin, seperti Master Card yang akan mempertimbangkan memberikan fitur pembayaran dengan Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Oscar menyatakan saat yang bersamaan, harga altcoin (alternative coin) atau aset kripto lain juga menunjukkan penguatan harga, hampir semua aset kripto mengalami peningkatan harga 100 persen dari awal 2021 hingga saat ini.

tag: #bank-indonesia  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...