Bisnis
Oleh Rihad pada hari Minggu, 11 Apr 2021 - 16:26:10 WIB
Bagikan Berita ini :

Pemerintah China Denda Alibaba Rp40 Triliun Akibat Langgar Undang-undang Anti Monopoli

tscom_news_photo_1618133170.jpg
Pemilik Alibaba Jack Ma (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Pemerintah China menjatuhkan denda terhadap Alibaba sebanyak 2,8 miliar dollar AS (sekitar Rp40 triliun), setelah penyelidikan menemukan pelanggaran undang-undang anti-monopoli.

Denda tersebut tiga kali lebih tinggi dari denda 975 juta dollar AS yang dikenakan China pada perusahaan chip AS Qualcomm pada 2015.

Dilansir The Verge, Minggu, Pemerintah China melakukan penyelidikan terhadap Alibaba pada Desember lalu untuk menentukan apakah perusahaan mencegah pedagang menjual produk mereka di platform lain.

Regulator pasar China menemukan bahwa praktik Alibaba memiliki efek negatif pada inovasi dan persaingan ritel online. Alibaba menggunakan data dan algoritma untuk memperkuat posisinya sendiri di pasar, menghasilkan keunggulan kompetitif yang tidak tepat, kata Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar China dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan harus mengurangi taktik antikompetitif dan memberikan laporan kepatuhan kepada pemerintah selama tiga tahun ke depan.

Alibaba mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya menerima denda tersebut dan berjanji untuk melakukan perbaikan dalam melayani sebagai tanggung jawab kepada masyarakat dengan lebih baik.

"Kami akan semakin memperkuat fokus kami pada penciptaan nilai pelanggan dan pengalaman pelanggan, serta terus memperkenalkan langkah-langkah untuk menurunkan hambatan masuk dan biaya bisnis pengoperasian pada platform kami," bunyi pernyataan perusahaan.

“Kami berkomitmen untuk memastikan lingkungan operasi bagi pedagang dan mitra kami yang lebih terbuka, lebih adil, lebih efisien, dan lebih inklusif dalam berbagi hasil pertumbuhan," demikian pernyataan perusahaan.

Namun, denda yang besar itu tidak terlalu merugikan laba Alibaba. Pada bulan Februari, perusahaan melaporkan laba kuartal ketiga untuk tiga bulan terakhir tahun kalender 2020 sebesar 12 miliar dollar AS.

tag: #china  #alibaba  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...