Berita
Oleh Ahmad Hatim Benarfa pada hari Senin, 15 Jun 2015 - 06:35:33 WIB
Bagikan Berita ini :

Wow Ternyata Magriet Sosoknya Psikopat Sadis

63index.jpg
Tersangka Magriet Sosoknya Psikopat Sadis (Sumber foto : ISTIMEWA)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Berdasarkan hasil pemeriksaan kejiwaan yang dilakukan oleh penyidik polisi disimpulkan bahwa ibu angkat Angeline, Margareith C. Megawe, adalah seorang psikopat.

Sosok perempuan ini lebih dominan maskulin. Selain itu dipenuhi kemarahan, agresivitas, dominan, sadisme, paranoid, dan agresivitas berlebihan. (Baca: Kasus Angeline, Pemerintah Harus Contoh Norwegia)

"Itu sangat cocok dengan profil psikopat," ujar sumber di tim penyidik kepolisian yang berkeberatan identitasnya ditulis. (Baca: Kasus Angeline Buat Warga Bali Harus Gelar Upacara Adat)

Dokter Nalini Muhdi Agung SpKJ mengatakan, untuk menentukan seseorang psikopat atau bukan, prosesnya tidak sederhana.

"Harus dilakukan pemeriksaan yang holistik (menyeluruh). Jika mengacu pada informasi polisi tersebut, lebih pas jika saya sebut Margareith itu mengalami gangguan kepribadian atau difficult personality," jelasnya. (Baca: Ini Dia 7 Kejanggalan Kasus Angeline Versi Komnas PA)

Kalau menurut Anda sosok Margriet seperti apa? (ai)

tag: #Angeline  #Margriet  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...