Bisnis
Oleh Wiranto pada hari Sabtu, 30 Okt 2021 - 21:26:16 WIB
Bagikan Berita ini :

Rahmat Gobel Kritik Pembengkakan Dana Untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung

tscom_news_photo_1635603976.jpg
Rachmat Gobel (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Pengusaha Rahmat Gobel yang juga Wakil Ketua DPR mengkritik pemerintah yang menghabiskan uang untuk kereta cepat Jakarta-Bandung.

Bayangkan biaya untuk proyek tersebut mencapai sekitar Rp 114,24 triliun. Presiden Jokowi pun memerintahkan proyek ini dibiayai APBN.

Rachmat Gobel berpendapat sebaiknya APBN difokuskan untuk pemulihan ekonomi, pembangunan infrastruktur dasar, dan untuk pembangunan Ibukota Negara (IKN) yang baru.

“Soal kereta cepat biar kita serahkan ke investornya. Ini sesuai dengan ide awal yang berprinsip business to business,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/10).

Hal itu ia sampaikan Gobel untuk menanggapi kebijakan pemerintah yang akhirnya akan menggelontorkan dana APBN untuk menyuntik pembiayaan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

China memenangkan persaingan dengan Jepang dalam pembangunan kereta cepat sepanjang 142,3 km tersebut. Saat itu Jepang mengajukan proposal dengan nilai USD 6,2 miliar, sedangkan China mengajukan USD 5,5 miliar.

China juga menang karena tak meminta jaminan pemerintah, tak ada keterlibatan APBN, dan skema business to business. Namun kemudian biayanya membengkak menjadi USD 6,07 miliar dan kini bengkak lagi menjadi USD 7,97 miliar atau Rp 114 triliun.

Jepang yang sudah teruji dengan kualitas kereta cepat Shinkazen dan melakukan studi kelayakan jalur Jakarta-Bandung sejak 2012 itu pun kalah oleh proposal China.

“Kita tidak tahu apakah akan ada kenaikan lagi atau tidak. Yang pasti hingga kini sudah bengkak dua kali.

Kondisi ini sudah berkebalikan dengan tiga janji semula serta sudah lebih mahal dari proposal Jepang. Padahal dari segi kualitas pasti Jepang jauh lebih baik,” kata Gobel.

Gobel menyatakan, akibat pandemi COVID-19, Indonesia dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Banyak anggaran yang kurang prioritas dipotong karena terkena refocusing.

"Karena kita fokus untuk menghadapi pandemi ini, memulihkan perekonomian yang menghantam rakyat kecil, dan juga kita tak boleh mundur untuk membangun IKN. Kita fokus saja pada hal-hal yang menjadi prioritas kita,” katanya.

tag: #kereta-api  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...